Total Tayangan Halaman

Jumat, 07 Juli 2017

PENELITIAN STATISTIK

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PROYEKTOR TERHADAP MINAT BELAJAR KELAS IV A STKIP PGRI BANGKALAN




A.    Latar Belakang
Pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif ikut mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang dimiliki dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan tersebut salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui belajar. Proses belajar bertujuan untuk mengarahkan perubahan pada diri mahasiswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik, baik ketika di kampus maupun lingkungan rumahnya (Syah, 2003).
Suatu landasan yang paling meyakinkan demi keberhasilan suatu proses belajar adalah minat belajar. Pendidik memiliki peranan strategis dalam menumbuhkan minat belajar peserta didiknya melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengalaman dan kemampuan pendidik kepada siswa secara individual. Jika seorang peserta didik memiliki rasa ingin belajar, ia akan cepat mengerti dan mengingatnya. Apabila ada peserta didik yang tidak berminat dalam mengikuti pelajaran, salah satu sebabnya adalah masalah media mengajar yang digunakan oleh guru atau dosen dalam menyampaikan materi pelajaran (Hamalik, 2003).
Faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar salah satunya yaitu penggunaan media dalam proses pembelajaran. Seorang pendidik terlebih dahulu harus mengenal dan memahami karakteristik peserta didik dengan baik agar dalam proses belajar mengajar dapat memilih media yang tepat sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dengan penggunaan media mengajar yang bervariasi, tepat, dan sesuai dengan isi dan tujuan pengajaran dapat meningkatkan minat peserta didik untuk mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Sehingga tujuan dari proses belajar mengajar pun dapat tercapai (Ronquillo, 2009).
Menurut Djamarah dan Zain (2006) media sumber belajar merupakan alat bantu yang berguna dalam kegiatan belajar mengajar. Alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru melalui kata-kata. Keefektifan daya serap peserta didik terhadap bahan pelajaran yang sulit dan rumit serta kesulitan peserta didik memahami konsep dan prinsip tertentu dapat diatasi dengan penggunaan alat bantu. Bahkan alat bantu diakui dapat melahirkan umpan balik yang baik dari peserta didik, dengan memanfaatkan strategi alat bantu yang dapat menimbulkan minat belajar peserta didik. Salah satu mata kuliah pada semester IV di Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra adalah Sintaksis, yang membahas mengenai satuan tata bahasa dalam kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Pada pokok bahasan tersebut, salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa adalah mampu memahami kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana secara luas.
Banyak dari mahasiswa yang nilai psikomotornya tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena mahasiswa mempunyai minat yang berbeda terhadap materi yang disampaikan sehingga tingkat pemahaman dan penerimaan mahasiswa terhadap materi tersebut sangat berbeda, yang berdampak pada hasil belajar yang diperoleh kurang memuaskan. Melihat fenomena yang demikian, diperlukan media yang tepat untuk diterapkan pada pembelajaran mata kuliah Sintaksis.  Penggunaan media dalam proses belajar mengajar memegang peranan penting dalam proses pendidikan dan mempengaruhi minat belajar mahasiswa. Apabila minat belajar mahasiswa tinggi maka prestasi belajar mahasiswa juga tinggi, sebaliknya minat yang rendah akan mempengaruhi rendahnya prestasi belajar.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Proyektor Terhadap Minat Belajar Mata Kuliah Sintaksis Mahasiswa Kelas IV A STKIP PGRI BANGKALAN”.

B.     Rumusan Masalah
  1. Bagaimana minat belajar mahasiswa kelas IV A terhadap mata kuliah Sintaksis?
  2. Bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran proyektor dalam mata kuliah Sintaksis terhadap mahasiswa kelas IV A?
C.    Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui minat belajar mahasiswa kelas IV A terhadap mata kuliah Sintaksis.
  2. Untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran proyektor dalam mata kuliah Sintaksis terhadap mahasiswa kelas IV A.
D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan dapat dijadikan acuan serta bahan pertimbangan bagi penelitian berikutnya.
2.      Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan dapat memberikan masukan bagi guru atau dosen guna meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran.




E.     Kajian Teori
a.      Media Pembelajaran
Sadiman (2009) menjelaskan bahwa media adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat serta perhatian siswa sehingga proses belajar terjadi. Media pendidikan atau media pembelajaran memiliki beberapa pengertian. Ronquillo (2009) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, maupun metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan peserta didik dapat berlangsung secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah diharapkan.
Media pembelajaran adalah alat atau metodik dan teknik yang digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dan murid dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah (Luca, 2009).
Dari beberapa pengertian tentang media pembelajaran di atas dapat diambil kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah suatu bahan, alat  atau metode yang digunakan sebagai perantara komunikasi atau interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b.      Peranan Media dalam Proses Pembelajaran
Hamalik (1994) mengemukakan bahwa peranan penggunaan media pembelajaran meliputi:
1.      Media dapat mengatasi perbedaan pengalaman pribadi siswa.
2.      Media melampaui batas-batas ruangan kelas.
3.      Media memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dan lingkungannya.
4.      Media memberikan uniformitas atau kesamaan dalam pengamatan.
5.      Media akan memberikan pengertian atau konsep yang sebenarnya secara realistis dan teliti.
6.      Media membangkitkan keinginan dan minat-minat yang baru.
7.      Media membangkitkan motivasi dan perangsang kegiatan belajar .
8.      Media pembelajaran akan memberikan pengalaman yang menyeluruh.
Menurut Dale, et al dalam Rohani (1999) media pembelajaran  memberikan sumbangan terhadap proses pembelajaran sebagai berikut:
1.      Memberikan dasar pengalaman nyata bagi pemikiran dan pengertian abstrak.
2.      Mempertinggi perhatian siswa.
3.      Memberikan realitas sehingga mendorong self activity.
4.      Memberikan hasil belajar yang permanen (tidak mudah dilupakan).
5.      Menambah perbendaharaan bahasa yang benar-benar dipahami (tidak verbalistik).
6.      Memberikan pengalaman yang sukar diperoleh dengan cara lain.
Dengan memperhatikan uraian tentang peranan media pembelajaran di atas, penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting, sehingga sangat dianjurkan untuk selalu menggunakan media yang cocok, menarik dan bervariasi dalam proses pembelajaran.
c.       Minat Belajar
Salah satu faktor utama untuk mencapai sukses dalam segala bidang, baik berupa studi, kerja, hobi atau aktivitas apapun adalah minat. Hal ini karena dengan tumbuhnya minat dalam diri seseorang akan melahirkan perhatian untuk melakukan sesuatu dengan tekun dalam jangka waktu yang lama, lebih berkonsentrasi, mudah mengingat dan tidak mudah bosan dengan apa yang dipelajari.
Slameto (2009) mengatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Definisi secara sederhana lainnya diberikan oleh Syah (2003) yang mendefinisikan bahwa minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku, yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2009). Jika dikaitkan dengan aktivitas belajar, minat belajar merupakan salah satu alat motivasi atau alasan bagi peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar. Tanpa adanya minat dalam diri peserta didik terhadap hal yang akan dipelajari, maka peserta didik akan ragu-ragu untuk belajar sehingga tidak menghasilkan hasil belajar yang optimal atau seperti yang diharapkan.
Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman (Zanikhan, 2009).


d.   Peranan minat belajar
Beberapa peranan minat dalam belajar menurut Arianto (2008) antara lain:
1.      Menciptakan, menimbulkan konsentrasi atau perhatian dalam belajar.
2.      Menimbulkan kegembiraan atau perasaan senang dalam belajar.
3.      Memperkuat ingatan siswa tentang pelajaran yang telah diberikan guru.
4.      Melahirkan sikap belajar yang positif dan konstruktif.
5.      Memperkecil kebosanan siswa terhadap pelajaran.
  1. Hipotesis
a.       Verbal :
H0    =  Tidak ada pengaruh penggunaan media pembelajaran proyektor terhadap minat belajar mata kuliah sintaksis mahasiswa kelas IV A STKIP PGRI BANGKALAN.
H1    = Ada pengaruh penggunaan media pembelajaran proyektor terhadap minat belajar mata kuliah sintaksis mahasiswa kelas IV A STKIP PGRI BANGKALAN.

b.      Statistik
-          Variabel Bebas (x) dan Variabel Terpengaruh (y).
Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
            X         = Penggunaan media pembelajaran.
Y         = Minat belajar.
XY      = Pengaruh penggunaan media pembelajaran proyektor terhadap minat belajar mata kuliah sintaksis mahasiswa kelas IV A STKIP PGRI BANGKALAN.
H0       = XY   = 0
H1       = XY   ≠ 0
H0       = Tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.
H1       = Ada pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

G.    Analisis Data Kuantitatif
Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya yang penulis tempuh adalah menganalisis data tersebut. Penulis menggunakan teknik korelasi dalam analisis data yang terkumpul. Korelasi yang diteliti antara variabel pada penelitian ini hanya terdiri dari dua variabel.
Langkah-langkah yang penulis lakukan dalam analisa data ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk angket/kuesioner penggunaan media pembelajaran diberi nilai antara 2 sampai dengan 10.
2.      Untuk minat belajar, setiap jawaban yang benar diberi nilai 10, jawaban yang mendekati benar diberi nilai 5, dan yang salah diberi nilai 0.
3.      Menghitung hasil angket /kuesioner penggunaan media pembelajaran yang dijadikan sampel dengan symbol X, , dan XY.
4.      Menghitung hasil nilai minat belajar dengan menggunakan simbol Y, , dan XY.
5.      Menjumlahkan hasil perkalian antara penggunaan media pembelajaran dengan minat belajar.
6.      Menghubungkan kedua nilai tersebut dengan menggunakan rumus korelasi product moment, untuk mengetahui adakah hubungan pada kedua variabel tersebut.
Adapun rumus korelasi product moment yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan:
   = Korelasi antara variabel X dan Y.
      = Penggunaan media pembelajaran.
       = Minat belajar mahasiswa.
   = Hasil kali dua variabel antara X dan Y.
     = Jumlah sampel penelitian.

Pembahasan:
Berikut ini adalah data yang dikumpulkan dari dua sumber, yakni nilai dari penggunaan media dan nilai dari minat belajar mahasiswa:

Tabel 1. Hasil Penggunaan Media Pembelajaran
NO
NAMA
SISWA
NOMOR SOAL
JUMLAH SKOR
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
Wahid
9
9
8
6
8
6
10
10
7
9
82
2
Sholeh
8
8
7
5
6
5
9
5
10
8
 71
3
Aziz
7
8
5
7
9
10
5
9
8
9
 77
4
Fauzi
7
8
5
7
5
8
9
10
5
8
 72
5
Andri
9
9
8
6
8
6
10
10
7
9
82
6
Anisa
8
10
8
9
8
9
8
5
6
5
 76
7
Nisak
9
5
3
6
10
10
5
4
8
9
 69
8
Asmat
7
5
8
7
8
5
10
5
9
8
72
9
Basit
5
8
9
5
6
7
9
6
10
5
 70
10
Ayu
9
10
6
3
5
4
7
9
8
5
 66
11
Diana
 9
10
8
7
5
9
8
6
8
10
 80
12
Laily
9
5
9
6
5
9
10
4
3
9
 69
13
Fatim
9
6
10
5
4
7
3
8
5
9
66
14
Halim
7
6
8
9
7
6
5
10
10
5
 73
15
Feris
6
8
9
5
4
8
7
9
5
9
 70
16
Mas’ud
7
5
8
7
5
8
10
9
8
5
72
17
Evanda
9
8
6
7
5
3
10
9
9
9
 75
18
Imam
9
8
5
7
8
6
5
7
10
6
 71
19
Indah
5
9
9
8
7
4
5
8
9
6
70
20
Lisa
6
5
9
7
8
9
9
9
10
7
 79
JUMLAH
1.462

Tabel 2. Hasil Minat Belajar
NO
NAMA
NILAI
1
Wahid
80
2
Sholeh
75
3
Aziz
75
4
Fauzi
80
5
Andri
70
6
Anisa
70
7
Nisak
85
8
Asmat
75
9
Basit
75
10
Ayu
80
11
Diana
75
12
Laily
85
13
Fatim
70
14
Halim
80
15
Feris
75
16
Mas’ud
75
17
Evanda
75
18
Imam
80
19
Indah
70
20
Lisa
80
JUMLAH
1.530







Tabel 3. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Tehadap Minat Belajar
NO
NAMA
SISWA
NILAI
XY
Penggunaan Media Pembelajaran (X)
Minat Belajar (Y)
1
Wahid
82
80
6.724
6.400
6.560
2
Sholeh
71
75
5.041
5.625
5.325
3
Aziz
77
75
5.929
5.625
5.775
4
Fauzi
72
80
5.184
6.400
5.760
5
Andri
82
70
6.724
4.900
5.740
6
Anisa
76
70
5.776
4.900
5.320
7
Nisak
69
85
4.761
7.225
5.865
8
Asmat
72
75
5.184
5.625
5.400
9
Basit
70
75
4.900
5.625
5.250
10
Ayu
66
80
4.356
6.400
5.280
11
Diana
80
75
6.400
5.625
6.000
12
Laily
69
85
4.761
7.225
5.865
13
Fatim
66
70
4.356
4.900
4.620
14
Halim
73
80
5.329
6.400
5.840
15
Feris
70
75
4.900
5.625
5.250
16
Mass’ud
72
75
5.184
5.625
5.040
17
Evanda
75
75
5.625
5.625
5.625
18
Imam
71
80
5.041
6.400
5.680
19
Indah
70
70
4.900
4.900
4.900
20
Lisa
79
80
6.241
6.400
6.320
JUMLAH
1.462
1.530
107.316
117.450
111.415

Diketahui:
N         = 20
SX       = 1.462
SY       = 1.530
S     = 107.316
S     = 117.450
XY     = 111.415
( 2.137.444
(    = 2.340.900

       Dari hasil penelitian statistik di atas, diketahui bahwa r hitung adalah 1,01, sedangkan r tabel adalah 0,91 dengan batas signifikasi 5%. Artinya bahwa nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel, yakni 1,01 > 0,91.
       Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan hipotesis yang diajukan bahwa H0 ditolak pada taraf signifikasi 5%. Sedangkan hipotesis alternatif H1 diterima, yang berarti ada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap minat belajar mahasiswa.
H.    Simpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Proyektor Terhadap Minat Belajar Mata Kuliah Sintaksis Mahasiswa Kelas IV A STKIP PGRI BANGKALAN, dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Hipotesis yang diajukan bahwa H0 ditolak pada taraf signifikasi 5%.
2.      Hipotesis alternatif H1 diterima, yang berarti ada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap minat belajar mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
Sudijono, Anas. 2014. Pengantar Statisstik Pendidkan. Jakarta: Rajawali Pers.
https://eprints.un.ac.id/16062/1/23147090321208411.pdf oleh ER Dewi - 2012 (28 Juni 2017, pukul 19.05)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

TEBAK KATA MATERI: Struktur Anekdot LANGKAH-LANGKAH Guru mempersiapkan media yang sudah lengkap dengan huruf-huruf. ...