Total Tayangan Halaman

Senin, 19 Juni 2017

TELAAH KURIKULUM

Bab 1
pendahuluan
Latar Belakang.
Dewasa ini kurikulum menjadi pandangan dan pedoman bagi pendidikan dalam menjalankan pembelajaran. Oleh karena itu pemerintah membuat kurikulum yang sesuai dengan perkembangan jaman dan disesuaikan dengan masalah pendidikan yang ada di Indonesia. Untuk membuat atau membentuk sebuah kurikulum harus direncakan terlebih dahulu dan dinamakan Perencanaan Kurikulum. Dalam bukunya Oemar Hamalik Perencanaan Kurikulum adalah suatu proses ketika peserta dalam banyak tingkatan membuat keputusan tentang tujuan belajar, cara mencapai tujuan, melalui situasi mengajar-belajar, serta penelaahan keefektifan dan kebermaknaan metode tersebut (Hamalik, 2008: 171).
Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional.
Konsep Kurikulum:
Beberapa tafsiran lainnya dikemukakan sebagai berikut ini.
Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran. Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Mata ajaran (subject matter) dipandang sebagai pengalaman orang tua atau orang-orang pandai masa lampau, yang telah disusun secara sistematis dan logis. Mata ajaran tersebut mengisis materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa, sehingga memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang berguna baginya.
Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa.
 Dengan program itu para siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran.
 Dengan kata lain, sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. Itu sebabnya, suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran saja, melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti: bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan, perpustakaan, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-lain; yang pada gilirannya menyediakan kemungkinan belajar secara efektif. Semua kesempatan dan kegiatan yang akan dan perlu dilakukan oleh siswa direncanakan dalam suatu kurikulum.
Kurikulum sebagai pengelaman belajar. Perumusan/pengertian kurikulum lainnya yang agak berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Salah satu pendukung dari pengalaman ini menyatakan sebagai berikut:
“Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not (Romine, 1945,h. 14).”
Pengertian itu menunjukan, bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja, melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. Tidak ada pemisahan yang tegas antara intra dan ekstra kurikulum. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar/pendidikan bagi siswa pada hakikatnya adalah kurikulum.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan  sebagai pedoman penyelenggaraan  kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Undang-Undang No.20 TH. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.
 (Pasal 1 Butir 6 Kemendiknas No.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa).
Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi. (Badan Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan).
Dari berbagai macam pengertian kurikulum diatas kita dapat menarik garis besar pengertian kurikulum yaitu: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
Apa pengertian dari Perencanaan Kurikulum?
Apa saja prinsip-prinsip perencanaan Kurukulm?
Bagaimana Karakteristik Perencanaan Kurikulum?
Bagaimana Kerangka Kerja Perencanaan Kurikulum?
Bagaimana Komponen Perencanaan Kurikulum?
Apa saja azas-azas Perencanaan Kurikulum?

MANFAAT
Adapun Manfaat dari makalah ini sebagai berikut:
Mengetahui dan memahami pengertian Perencanaan Kurikulum.
Mengetahui dan memahami Prinsip-prinsip Perencanaan Kuriulum.
Mengetahui dan memhami karakteristik perencanaan kurikulum.
Mengethaui dan memahami Kerangka Kerja Perencanaan Kurikulum.
Mengetahui dan memahami Komponen Perencanaan Kurikulum.
Mengetahui dan memahami Azas-azas Perencanaan Kurikulum.

1.4 TUJUAN
Adapun tujuan yang akan dicapai dalam makalah ini adalah:
Memberikan pemahaman yang luas bagaimana kurikulum dapat dibentuk.
Memberikan pemahaman kepada pembaca dalam mengelola perencanaan kurikum dengan tepat

BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN PERENCANAAN KURIKULUM
Dalam bukunya Oemar Hamalik (2009: 171) pengertian perencanaan kurikulum adalah suatu proses ketika peserta dalam banyak tingkatan membuat keputusan tentang tujuan belajar, cara mencapai tujuan tersebut melalui situasi mengajar belajar, serta penelaahan keefektifan dan kebermaknaan metode tersebut.
Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional (Romanie, 1995: 14)
Sedangkan menurut Beane kurikulum adalalah “a process in which participants at many levels make decicions about what the purposes of learning ought to be, how those purposes might be carried out through teaching-learning situations, and whether the purposes and means are both appropriate and affective”. (Beane, 1996)
Yang artinya Sebuah proses di mana para peserta di berbagai tingkatan membuat keputusan tentang tujuan pembelajaran apa seharusnya, bagaimana tujuan itu dapat dilakukan melalui situasi belajar-mengajar, dan apakah tujuan dan sarana sesuai dan afektif.

PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN KURIKULUM
Perencanaan kurikulum berkenaan dengan pengalaman-pengalaman para siswa.
Perencanaan kurikulum dibuat berdasarkan berbagai keputusan tentang konten dan proses.
Perencanaan kurikulum mengandung keputusan-keputusan tentang berbagaii isu dan topik.
Perencanaan kurikulum melibatkan banyak kelompok.
Perencanaan kurikulum dilaksanakan pada berbagai tingkatan.
Perencanaan kurikulum adalah sebuah proses yang berkelanjutan.
Selain prinsip yang dikemukakan oleh Hamalik (2009, 172) ada prinsip-prinsip lain yang dikemukakan oleh sebuah tokoh yaitu pendapat dari Romanie (Romanie 16) prinsip-prinsipnya sebagai berikut:
Perencanaan yang dibuat harus memberikan kemudahan dan mampu memicu pemilihan dan pengembangan pengalaman belajar yang potensial sesuai dengan hasil (tujuan) yang diharapkan sekolah.
Perencanaan hendaknya dikembangkan oleh guru sebagai pihak yang langsung bekerja sama dengan siswa.
Perencanaan harus memungkinkan para guru menggunakan prinsip-prinsip belajar dalam memilih dan memajukan kegiatan-kegiatan belajar di sekolah.
Perencanaan harus memungkinkan para guru menyesuaikan pengalaman-pengalaman dengan kebutuhan-kebutuhan pengembangan, kesanggupan, dan taraf kematangan siswa (level of pupils).
Perencanaan harus menggiatkan para guru untuk mempertimbangkan pengalaman belajar sehingga anak-anak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan di dalam dan di luar sekolah.
Perencanaan harus merupakan penyelenggaraan suatu pengalaman belajar yang kontinu sehingga kegiatan-kegiatan belajar siswa dari sejak awal sungguh mampu memberikan pengalaman.
Kurikulum harus direncanakan sedemikian rupa sehingga mampu membantu pembentukan karakter, kepribadian, dan perlengkapan pengetahuan dasar siswa yang bernilai demokratis dan yang sesuai dengan karakter kebudayaan bangsa Indonesia.
Perencanaan harus realistis, feasible (dapat dikerjakan), dan acceptable (dapat diterima dengan baik).

KARAKTERISTIK PERENCANAAN KURIKULUM
Dalam perencanaan kurikulu, terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan. Aspek-aspek yang menjadi karakteristik perencanaan kurikulum  tersebut adalah sebagai berikut menurut Hamalik (2009, 172)
Perencanaan kurikulum harus dibuat dalam kerangka kerja yang komprehensif, yang mempertimbangkan dan mengkoordinasi unsur esensial belajar mengajar efektif.
Perencanaan kurikulum harus bersifat reaktif dan antipasif.
Tujuan-tujuan pendidikan harus meliputi rentang yang luas akan kebutuhan dan minat yang berkenaan dengan individu dan masyrakat.
Rumusan berbagai tujuan pendekatan harus diperjelas dengan ilustrasi konkrit.
Masyarakat luas mempunyai hak dan tanggung jawab untuk mengetahui berbagai hal yang ditujukan bagi anak-anak mereka melalui peerumusan tujuan pendidikan. Berkaitan dengan hal ini, para pendidiklah yang wajib untuk memberitahukannya.
Dengan keahlian profsional mereka, pendidik berhak dan bertanggung jawab mengidentifikasikan program sekolah yang akan membimbing siswa ke arah pencapaian tujuan pendidikan. Masyarakat boleh memberikan saran namun keputusan tetap pada pendidik.
Perencanaan kurikulum harus membuat artikulasi program sekolah dan siswa pada setiap jenjang dan tingkatan sekolah. Berkaitan dengan hal ini, kurikulum harus terdiri atas integrasi berbagai pengalaman yang relevan.
Program sekolah harus dirancang untuk mengkoordinasikan semua unsur dalam kurikulum kerangka kerja pendidikan.
Perlunya penelitian tindakan dan evaluasi, untuk menmyediakan revitalisasi rencana dan program kurikulum.
Partisipasi kooperatif harus dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan perencanaan kurikilum, terutama keterlibatan masyarakat dan para siswa dalam perencanaan situasi belajar menngajar yang spesifik.
Dalam perencanaan kuruikulum harus diadakan evaluasi secara kontinu terhadap semua aspek  pembuatan keputusan kurikulum, yang juga meliputi analisis terhadap proses dan konten kegiatan kurikulum.
Diserdehakan oleh Romanie (1996, 19)
Sifat Perencanaan Kurikulum
Bersifat strategis Karena merupakan instrumen yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Bersifat komprehensif yang mencakup keeluruhan aspek-aspek kehidupan dan penghiduan masyarakat
Bersifat integrative Yang menintregasikan rencana yang luas, mencakup pengembangan dimensi kualitas dan kuantitas
Bersifat realistic Berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik dan masyarakat
Bersifat humanistic Menitik beratkan pada pengembangan sumberdaya manusia, baik kuantitatif maupun kualitatif
Bersifat Futuralistik Mengacu jauh kedepan dalam merencanakan masyarakat yang maju
Bagian Integral yang mendukung manajemen pendidikan secara sistemik
Mengacu pada Pengembangan Kompetensi
Berdiversifikasi untuk melayani peserta didik
Bersifat Desentralistik
2.4 KARAKTER KERJA PERENCANAAN KURIKULUM
Dalam perencanaan kurikulum, diperlukan adanya kerangka kerja umum, agar perencanaan kurikulum tersebut tersusun secara sistematis dan terorganisasi. Kerangka kerja perencanaan kurikulum dapat diuraikan sebagai berikut:
Fondasi
Pendidikan berdasarkan tiga daerah fondasi yang luas, yaitu filsafat, sosiologi, dan psikologi, yang berhubungan dengan kebutuhan individu maupun masyarakat.
Tujuan (Goals)
Area yang paling luas dari kerangka kerja kurikulum adalah definisi tujuan pendidikan secara menyeluruh.
General Objectives
Tujuan umum menyajikan berbagai tujuan yang mengalihkan kegiatan belajar mengajar sejalan dengan tingkat perkembangan siswa (dari anak-anak sampai dewasa) sehingga program pendidikan pun sejalan dengan tingkat perkembangan siswa tersebut.
Decision Screen
Guru atau pihak perencana kurikulum perlu mempertimbangkan lima daerah yang akan mempengaruhi keputusan (decision) mereka, yaitu:
Karakterteristik siswa yang menggunakan kurikulum terebut
Refleksi prinsip-prinsip belajar
Sumber-sumber umum penunjang
Jenis pendekatan kurikulum
Pengorganisasian pengelolaan disiplin spesifik yang digunakan dalam perencanaan situasi belajar-mengajar
Komponen Perencanaan Kurikulum
Perumusan tujuan belajar atau hasil tujuan yang digunakan
Konten yang terdiri atas fakta, dan konsep yang berhubungan dengan tujuan
Kegiatan yang mungkin digunakan untuk melaksanakan tujuan
Sumber-sumber yang mungkin digunakan untuk mencapai tujuan
Alat pengukuran untuk menentukan derajat pencapaian tujuan.

2.5 KOMPONEN PERENCANAAN KURIKULUM
Tujuan, perumusan tujuan belajar diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat, dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan linkungan sosial, budaya dan alam sekitarnya. Implikasi tujuan adalah sebagai berikut:
Suatu pengertian tentang arah (sasaran) bagi setiap orang yang tertarik dengan proses pendidikan, seperti siswa, guru, administrator, orang tua, pengawas dan sebagainya.
Basis perencanaan kurikulum yang rasional dan logis
Memberikut suatu basis untuk penilaian siswa
Konten, merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yang meliputi bahan kajian dan mata peajaran. Untuk itu perlu diperhatikan dalam pemilihhan isis kurikulum yaitu:
Signifikansi, yaitu beberapa penting isi kurikulum pada suatu disiplin atau tema studi
Validitas, keakuratan isi kurikulum
Relevensi sosial, keterkaitan kurikulum dengan nilai moral, cita-cita dan masalah sosial lainnya
Utility (daya guna), berkaitan dengan kegunaan isi kurikulum dan mempersiapkan siswa menuju keiupan yang dewasa.
Learnability, kemampuan untuk dipelajari
Minat, berkaitan dengan minat siswa terhadap isi kurikulum tersebut
Aktivitas Belajar, didesain agar memungkinkan siswa memperoleh muatan yang ditentukan.
Expository atau penjelasan rinci, contoh ceramah, demontrasi.
Interaktif
Diskusi kelompok kecil
Inkuiri
Sumber adalah media bagi siswa untuk pembelajaran seperti buku, computer, kaset, TV, dan LCD
Evaluasi, adalah sebuah rangkaian ujian bagi siswa seberapa banyak ia menyerap informasi yang didapat, contonya Test lisan, Test tulis, wawancara dan sebagainya.       10
 AZAS-AZAS PERENCANAAN KURIKULUM
Objektivitas, Perencanaan kurikulum memiliki tujuan yang jelas dan spesifik berdasarkan tujuan pendidikan nasional, data input yang nyata sesuai dengan kebutuhan.
Keterpaduan, Perencanaan kurikulum memadukan jenis dan sumber dari semua disiplin ilmu, keterpaduan sekolah dan masyarakat, keterpaduan internal, serta keterpaduan dalam proses penyampaian.
Manfaat, Perencanaan kurikulum menyediakan dan menyajikan pengetahuan dan keterampilan sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan dan tindakan, serta bermanfaat sebagai acuan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan.
Efisiensi dan Efektivitas, Perencanaan kurikulum disusun berdasarkan prinsip efisiensi dana, tenaga, dan waktu dalam mencapai tujuan dan hasil pendidikan.
Kesesuaian, Perencanaan kurikulum disesuaikan dengan sasaran peserta didik, kemampuan tenaga kependidikan, kemajuan IPTEK, dan perubahan/perkembangan masyarakat.
Keseimbangan, Perencanaan kurikulum memperhatikan keseimbangan antara jenis bidang studi, sumber yang tersedia, serta antara kemampuan dan program yang akan dilaksanakan.
Kemudahan, Perencanaan kurikulum memberikan kemudahan bagi para pemakainya yang membutuhkan pedoman berupa bahan kajian dan metode untuk melaksanakan proses pembelajaran.
Berkesinambungan. Perencanaan kurikulum ditata secara berkesinambungan sejalan dengan tahapan, jenis, dan jenjang satuan pendidikan.
Pembakuan. Perencanaan kurikulum dibakukan sesuai dengan jenjang dan jenis satuan pendidikan, sejak dari pusat sampai daerah.
Mutu, Perencanaan kurikulum memuat perangkat pembelajaran yang bermutu, sehingga turut meningkatkan mutu proses belajar dan kualitas lulusan secara keseluruhan

BAB III
PENUTUP
Simpulan
perencanaan kurikulum adalah suatu proses ketika peserta dalam banyak tingkatan membuat keputusan tentang tujuan belajar, cara mencapai tujuan tersebut melalui situasi mengajar belajar, serta penelaahan keefektifan dan kebermaknaan metode tersebut.
Selain itu Dari uraian di atas yang membahas tentang Perencanaan Kurikulum, dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Kurikulum merupakan kerangka yang memberikan acuan kepada pelaksanaan kurikulum itu sendiri. Di dalamnya terdapat pula tujuan, masalah, muatan serta mcam-macam pembelajaran yang dapat  di implikasikan kepada siswa
SARAN
Untuk Pembaca, makalah ini memberikan wawasan untuk masalah kurikulum dan bagaimana cara pengimplikasiannya
Untuk guru, diharapkan dapat memberikan pandangan untuk memberikan pembelajaran yang selektif dan efektif.


DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, Oemar. 2009. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Muzam. 2011. Azas-Azas Perencanaan Kurikulum. https://muzzam.wordpress.com/2011/03/20/asas-asas-kurikulum/diakses pada tanggal 1 Mei 2017
Raya. 2011. Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli. http://raya-worldabout.blogspot.co.id/2011/03/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli.htmldiakses pada tanggal 1 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

TEBAK KATA MATERI: Struktur Anekdot LANGKAH-LANGKAH Guru mempersiapkan media yang sudah lengkap dengan huruf-huruf. ...