Total Tayangan Halaman

Selasa, 13 Juni 2017

RESUME STATISTIK



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    STATISTIK DAN STATISTIK PENDIDIKAN
1. STATISTIK
Statistik adalah kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif). Menurut KBBI, statistik adalah data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga member informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala.
Berdasarkan tingkat pekerjaannya (tahapan yang ada dalam kegiatan statistik), statistik sebaga ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      Statistik Deskriptif (Statistik Deduktif, Statistik Sederhana, dan Descriptive Statistics) adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalisis data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas, dan jelas mengenai sesuatu gejala, peristiwa atau keadaan, sehingga dapat ditarik pengertian makna tertentu. Statistik Deskriptif pada dasarnya merupakan tulang punggung dari seluruh struktur Ilmu Statistik.
2.      Statistik Inferensial (Statistik Induktif, Statistik Lanjut, Statistik Mendalam, dan Inferensial Statistics) adalah statistik yang menyediakan aturan tertentu atau cara yang dapat dipergunakan dalam menarik kesimpulan, penyusunan, penaksiran dan lain sebagainya dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. Dengan demikian, Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak-lanjut dari Statistik Deskriptif, oleh karena itu untuk memahami Statistik Inferensial seseorang harus belajar memahami Statistik Deskriptif terlebih dahulu.
v  Ciri Khas Statistik
a.       Statistik selalu bekerja dengan angka atau bilangan. Dengan kata lain, untuk melaksanakan tugasnya memerlukan bahan keterangan yang sifatnya kuantitatif.
b.      Statistik bersifat objektif, karena statistik selalu bekerja menurut objeknya atau bekerja menurut apa adanya.
c.       Statistik bersifat universal, karena ruang lingkung atau ruang gerak dan bidang garapan statistik tidaklah sempit melainkan hampir mencakup seluruh cabang kegiatan hidup manusia.

2. STATISTIK PENDIDIKAN
Statistik pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahs atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan angka yang berkaitan dengan pendidikan, dan penarikan kesimpulan, pembuatan perkiraan serta ramalan secara ilmiah atas dasar kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka tadi.

3. FUNGSI DAN KEGUNAAN STATISTIK DALAM KEHIDUPAN PENDIDIKAN
Bagi seorang pendidik profesional, statistik juga memiliki kegunaan yang cukup besar, karena dengan menggunakan statistik sebagai alat bantu dapat  mengolah, menganalisis, dan menyimpulkan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan penilaian tersebut. Maka, berlandaskan pada data eksak itu ia akan dapat:
a)   Memperoleh gambaran, baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang gejala, keadaan atau peristiwa.
b)   Mengikuti perkembangan atau pasang-surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut dari waktu ke waktu.
c)   Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lain ataukah tidak. Jika terdapat perbedaan apakah perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti ataukah perbedaan itu terjadi hanya secara kebetulan saja.
d)  Mengetahui, apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala yang lain.
e)   Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas, dan jelas.
f)    Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah kongkret apa yang kemungkinan perlu dilakukan oleh seorang pendidik.

B. DATA STATISTIK DAN DATA STATISTIK KEPENDIKAKAN
Data statistik adalah data yang berwujud angka dan bilangan. Namun tidak semua angka dapat disebut data statistik, sebab untuk dapat disebut data statistik angka itu harus memenuhi persyaratan tertentu, yaitu bahwa angka tadi haruslah menunjukkan suatu ciri dari suatu penelitian yang bersifat agregatif artinya 1) bahwa penelitian itu boleh hanya mengenai satu  individu saja, akan tetapi pencatatnya harus dilakukan lebih dari satu kali, 2) bahwa penelitian atau pencatatan hanya dilakukan satu kali saja, tetapi individu yang diteliti harus lebih dari satu. Serta mencerminkan suatu kegiatan dalam bidang atau lapangan tertentu. Sebagai kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka, data statistik dapat dibedakan dalam beberapa golongan, yaitu:
a.    Penggolongan Data Statistik Berdasarkan Sifatnya
1.      Data Kontinyu ialah data yang deretan angkanya merupakan suatu kontinum.
2.      Data Diskrit ialah data statistik yang tidak mungkin berbentuk pecahan.
b.   Penggolongan Data Statistik Berdasarkan Cara Menyusun Angkanya
1.      Data Nominal ialah data statistik yang cara menyusun angkanya didasarkan atas penggolongan atau klasifikasi tertentu.
2.      Data Ordinal (Data Urutan) ialah data statistik yang cara menyusun angkanya didasarkan atas urutan kedudukan.
3.      Data Interval ialah data statistik dimana terdapat jarak yang sama diantara hal-hal yang sedang diselidiki atau persoalkan.
c.    Penggolongan data Statistik Berdasarkan Bentuk Angkanya
1.      Data Tunggal ialah data statistik yang angka-angkanya tidak dikelompok-kelompokkan.
2.      Data kelompokan ialah data statistik yang tiap-tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka.
d.   Penggolongan Data Statistik Berdasarkan Sumbernya
1.      Data Primer adalah data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tanggapan pertama.
2.      Data Sekunder adalah data statistik yang diperoleh atau bersumber dari surat kabar.
e.    Penggolongan Data Statistik Berdasrakan Waktu Pengumpulannya
1.      Data Seketika ialah data statistik yang mencerminkan keadaan pada satu waktu saja.
2.      Data urutan Waktu ialah data statistik yang mencerminkan keadaan atau perkembangan mengenai suatu hal dari satu waktu ke waktu lain secara berurutan.
v  Sifat Data Statistik
1.   Data statistik memiliki Nilai Relatif atau Nilai Semu. Nilai Relatif adalah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri.
2.   Data statistik memiliki Nilai Nyata atau Nilai Sebenarnya. Nilai Nyata adalah daerah tertentu dalam suatu deretan angka, yang diwakili oleh Nilai Relatif.
3.   Data statistik memiliki Batas Bawah Relatif, Batas Atas Relatif, Batas Bawah Nyata, dan Batas Atas Nyata.
4.   Data statistik yang berbentuk data kelompokan, memiliki nilai tengah. Nilai Tengah adalah bilangan yang terletak di tengah-tengah deretan bilangan tersebut.
5.   Data statistik sebagai data angka dalam proses perhitungannya tidak menggunakan system percobaan, melainkan menggunakan system decimal.
6.   Data statistik sebagai data angka dalam proses perhitungannya menggunakan system pembulatan angka tertentu.
v  Contoh Data Statistik Dalam Dunia Pendidikan
a.    Data statistik yang berkaitan dengan prestasi belajar anak didik, seperti:
1)      Nilai hasil ulangan harian
2)      Nilai hasil ulangan umum
3)      Nilai hasil Ebtanas
4)      Nilai hasil pekerjaan rumah
5)      Nilai hasil tes IQ
b.   Data statistik yang berkaitan dengan keadaan anak didik, seperti:
1)      Jumlah anak didik secara keseluruhan dari tahun ke tahun.
2)      Jumlah anak didik dilihat dari segi:
a)      Kelasnya
b)      Jurusannya
c)      Jenis kelaminnya
d)     Daerah asalnya
e)      Sekolah asalnya
f)       Status pekerjaan orang tuanya
g)      Tingkat pendidikan orang tuanya
h)      Agama yang dianutnya
3)      Jumlah lulusan
a)      Jumlah anak didik yang berhasil naik kelas
b)      Jumlah anak didik yang berhasil dan tidak berhasil dalam ujian akhir
c)      Jumlah lulusan Sarjana Muda dari tahun ke tahun
d)     Jumlah Sarjana dari tahun ke tahun
c.    Data statistic yang berkaitan dengan staf pengajar.
d.   Data statistik yang berkaitan dengan staf administrasi.
e.    Data statistik yang berkaitan dengan anggaran pendapatan dan mbelanja.
f.    Data statistik yang berkaitan dengan bidang perlengkapan.
g.   Data statistik yang berkaitan dengan bidang kepustakaan.

C. PENGUMPULAN DATA STATISTIK KEPENDIDIKAN
1.   Prinsip Pengumpulan Data Statistik Kependidikan
a.    Kata lengkap mengandung pengertian bahwa volume data sebagaimana direncanakan, dapat dicapi dengan sebaik-baiknya tidak ada data yang tercecer atau terlupakan untuk dikumpulkan.
b.   Tepatnya data
·         Macam data
·         Waktu pengumpulan
·         Kegunaan sesuai dengan tujuan pengumpulan
·         Alat yang dipergunakan untuk penghimpunan data
c.    Kebenaran Data yang Dihimpun
Bahwa disamping data itu merupakan data yang benar, juga merupakan data yang bersumber dari pihak yang memang berkompeten untuk dimintai datanya.
2.   Cara Mengumpulkan Data Statistik Kependidikan
a.  Sensus ialah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian.
b.  Sampling ialah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagaian kecil dari seluruh elemen objek penelitian.
3.   Alat Pengumpulan Data Statistik Kependidikan
1.  Daftar cek
2.  Sekala bertingkat
3.  Pedoman wawancara
4.  Kuisioner



                                                                      BAB 2       
MASALAH DISTRIBUSI FREKUENSI

  1. PENGERTIAN VARIABEL
Kata “Variabel” berasal dari Bahasa Inggris “Variable” dengan arti ubahan, faktor tak tetap atau gejala yang dapat diubah-ubah..
  1. PENGERTIAN FREKUENSI
Dalam statistik adalah angka yang menunjukkan seberapa kali suatu variabel berulang dalam deretan angka tersebut.
  1. PENGERTIAN DISTRIBUSI FREKUENSI
Dalam statistik distribusi frekuensi adalah suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variable yang dlambangkan dengan angka itu telah tersalur, terbagi, atau terencar.
  1. TABEL DISTRIBUSI (PNGERTIAN DAN MACAMNYA)
1.   PengertianTabel Distribusi Frekuensi
Table distribusi frekuensi alat penyajian data statistik yang berbentuk kolom dan lajur, yang di dalamnya di muat angka yang di dapat melukiskan atau menggambarkan pancaran atau pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek penelitian
2. Tabel Distribusi Frekuensi dan Macamnya
a.    Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal
Tabel distribusi frekuensi data tunggal adalah suatu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan frekuensi dari data angka yang ada itu tidak dikelompok-kelompokkan.
b.   Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompokan
Tabel distribusi  frekuensi data kelompokan adalah suatu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan pencaran frekuensi dari data angka, dimana angka-angka tersebut dikelompok-kelompokkan.
c.    Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Tabel ditribusi frekuensi komulatif adalah suatu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan frekuensi yang dihitung terus meningkat baik dari bawah ke atas maupun sebaliknya.
d.   Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Tabel distribusi frekuensi relatif adalah suatu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan frekuensi bukan yang sebenarnya, melainkan frekuensi yang dituangkan dalam bentuk angka persenan.
e.    Tabel Persentase Kumulatif
Tabel persentase kumulatif merupakan tabel yang hampir sama dengan tabel distribusi frekuensi relative.
E. CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
1.      Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Tunggal
Contoh pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal yang sama skornya berfrekuensi 1 misalnya dari 10 orang mahasiswa yang menempuh ujian ulangan secara lisan dalam mata kuliah statistik pendidikan diperoleh nilai sebagai berikut :

No
Nama
Nilai
1
Syamsudin
65
2
Margono
30
3
Dimyati
60
4
Hamdani
75
5
Sulistyani
50
6
Fathonah
55
7
B. Pramono
40
8
Abdul Wahid
45
9
Nur Kholis
70
10
Listiorini
80
  
      Maka tabel distribusi frekuensi data tunggal sebagai berikut:
     
Nilai
(X)
f
80
1
75
1
70
1
65
1
60
1
55
1
50
1
45
1
40
1
30
1
Total
10 = N
2.          Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok
                    Jika penyebaran angka/ skor/ nilai yang akan kita sajian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi itu demikian luas atau besar, dan penyajiannya dilakukan dengan cara seperti yang telah dikemukakan diatas, maka tabel distribusi frekuensi yang berasil kita buat akan terlalu penjang dan memakan tempat.

F. GRAFIK SEBAGAI ALAT PENGGAMBARAN DISTRIBUSI FREKUENSI
Tabel distribusi frekuensi mempunyai fungsi sebangai alat bantu dalam penyajian data stetistik, lewat kolom dan lajurnya dalam kolom dan lajur itu dimuat angka yang pada dasarnya ”menceriterakan” tentang keadaan data yang sedang kita teliti, atau kita jadikan objek pembicaraan.
1. Pengertian Gerafik
Gerafik tidak lain adalah penyajian data angka melalui gerafik, angka itu dituliskan dalam bentuk lukisan garis, gambar atau lambang tertentu; dengan kata lain angka itu divisualifisasikan.
2. Bagian-Bagian Utama Gerafik
a.    Nomor gerafik
b.    Judul gerafik
c.    Subjudul gerafik
d.   Unit sekala gerafik
e.    Angka sekala gerafik
f.     Tanda sekala gerafik
g.   Ordinat atau ordinal atau sumbu fertikal
h.   Kaordinat (garis-garis pertolongan = garis kisi-kisi)
i.     Abscis (sumbu horisontal = sumbu mendatar = garis nol = garis awal = garis mula)
j.     Titik nol (titik awal)
k.    Lukisan gerafik (gambar gerafik)
l.     Kunci gerafik (keterangan gerafik)
m. Sumber gerafik (sumber data)
3. Macam-Macam Gerafik
Seperti halnya tabel ferekuensi, dalam dunia statistik kita mengenal berbagai macam atau berbagai jenis gerafik, seperti:
a. Gerafik Balok Atau Gerafik Batang Atau Barcbart. Ada 6:
1)      Grafik Balok Tunggal
2)      Grafik Balok Ganda
3)      Grafik BalokTerbagi
4)      Grafik Balok Vertikal
5)      Grafik Balok Horizontal
6)      Grafik Balok Bilateral
b. Gerafik Lingkaran Atau Cyrclegram Atau Diagkram Pastel
c.  Grafik Gambar atau Pidogram atau Piotograph
d. Grafik Peta atau Kartogram atau Sta
e.  Grafik Bidang
f.  Grafik Volume
g. Grafik Garis, ada 3:
1)      Grafik Garis Tunggal
2)      Grafik Garis Ganda
3)      Grafik Poligon
h. Grafik Ruang atau Grafik Histogram atau Histogram Frequensy
G. CARA MELUKISKAN DISTRIBUSI FEREKUENSI DALAM BENTUK GERAFIK POLOGON (POLYGON FREQUENCY)
            Sebelum dikemukan tentang cara melukiskan distribusi ferekuwensi dalam bentuk gerafik poligon, terlebih dahulu perlu dipahami bahwa gerafik poligon dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: (1) gerafik poligon data tunggal, dan  (2) gerafik poligron data kelompokan.
H. CARA MELUKISKAN DISTRIBUSI FEREKUENSI DALAM BENTEUK GERAFIK HISTOGRAM (HISTOGRAM FEREKUENCY)
      Seperihalnya gerafik poligon, gerafik histogram juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: (1) gerafik histogram data tunggal.
1. Cara melukiskan diseribusi ferekuensi dalam bentuk grafik histogram data tuggal
a.    Menyiapkan sumbu horizontal (X)
b.   Menyiapkan sumbu vertikal (Y)
c.    Menetapkan titik nol (perpotongan X dengan Y)
d.   Menetapkan atau menghitung Nilai Nyata tiap-tiap interval
e.    Menempatkan Nilai Nyata masing-masing skor yang ada pada X
f.    Menempatkan frekuensi tiap-tiap skor yang ada pada Y
2. Cara melalukan distribusi frekuensi dalam bentuk grafik histogram data kelompok
a.    Menyiapkan sumbu horizontal (X)
b.   Menyiapkan sumbu vertikal (Y)
c.    Menetapkan titik nol (perpotongan X dengan Y)
d.   Menetapkan atau menghitung Nilai Nyata tiap-tiap interval
e.    Menempatkan Nilai Nyata masing-masing skor yang ada pada X
f.    Menempatkan frekuensi tiap-tiap skor yang ada pada Y
g.   Membuat garis perpotongan (koordinat)
h.   Melukiskan Grafikn Histogramnya


BAB 3
MASALAH RATA-RATA (AVERAGE)
A. Pengartian Rata-Rata
      Nilai rata-rata dari sekumpulan data yang berupa angka itu pada umumnya mempunyai kecenderungan untuk berada disekitar titik pusat penyebaran data angka tersebut; karna itulah nilai rata-rata atau ukuran rata-rata itu dikenal pula dengan nama ukuran tendensi pusat (Measure of central tendency).
B. Ukuran Rata-Rata Dan Macamnya
      Berhubungan dengan itu, apabila dalam menganalisis data statistik kita gunakan istilah “rata-rata”, kita harus menyatakan dengan tegas dan jelas “rata-rata” macam atau jenis manakah yang kita maksudkan itu.
1. Nilai rata-rata hitung (mean)
     Sebagai salah satu ukuran tedensi pusat, mean dikenal sebagai ukuran yang menduduki tempat jika dibandingkan dengan ukuran tidensi ukuran pusat lainnya. Dalam kehidupan sehari-haripun, dengan sadar atau tidak, sebenarnya kebanyakan orang telah menggunakannya sebagai salah satu ukuran.
·         Pengertian Mean
     Mean dari sekelompok (sederetan) angka (bilangan) adalah jumlah keseluruhan angka (bilangan) yang ada, dibagi dengan banyaknya angka (bilang) tersebut. Inilah rumus umum dasar untuk untuk mencari atau menghitung mean
Mx =
Mx  = Mean yang kita cari
∑X = Jumlah dari skor-skor (nilai-nilai) yang ada
N    = Number of cases (banyaknya skor-skor itu sendiri)
Cara mencari mean untuk data tunggal contohnya:
X
F
9
1
8
1
7
1
6
1
5
1
4
1
39 =∑ X
6 = N

 Mx =  =  = 6,50
Cara mencari maen untuk data kelompokan contohnya:
Interval
Nilai
F
X
fx
75 – 75
8
77
616
70 – 74
16
72
1152
65 – 69
32
67
2144
60 – 64
160
62
9920
55 – 59
240
57
13680
50 – 54
176
52
9152
45 – 49
88
47
4136
40 – 44
40
42
1680
35 – 39
32
37
1184
30 - 34
8
32
256
Total:
800 = N
−−
43920 = ∑ fx

Mx  = = =  54,90
2. Nilai Rata-Rata Pertengahan (Median)
Ukuran rata-rata kedua yang akan kita pelajari adalah median, yang−−seperti telah dikemukakan dalam pembicaraan terdahulu−−sering dikenal.
·      Pengertian Nilai Rata-Rata Pertengahan (Median)
     Nilai rata-rata pertengan atau median adalah nilai atau angka yang di atas nilai atau angka tersebut terhadap 1/2N.
3. Modus (Modus)
a. Pengertian Modus
     Modus tidak lain adalah suatu skor atau nilai yang mempunyai frekuensi paling banyak; dengan kata lain, skor atau nilai yang memiliki frekunensi maksimal dalam distribusi data.
Contoh mencari modus untuk data tunggal:


Usia
(X)
F
31
4
30
4
29
5
28
7
M0 (27)
(12) = f maksimal
26
8
25
5
24
3
23
2
Total
50 = N

            Modus untuk data di atas adalah usia 27 tahun, karena dari sejumlah 50 Guru Agama Islam tersebut yang paling banyak adalah berusia 27 tahun.

Contoh mencari modus untuk data kelompok
Rumus:
Mo = +  X i atau Mo = u +  X i
Mo = Modus
    = lower limit
fa     = frekuensi yang terletak di atas interval yang mengandung Modus
fb    = frekuensi yang terletak di bawah interval yang mengandung Modus
u    = apper limit
I     = interval class
Interval
Nilai
F
85 – 89
2
80 – 84
2
75 – 79
3
70 – 74
4
65 – 69
5
(60 – 64)
(10)
55 – 59
5
50 – 54
4
45 – 49
3
40 – 44
2
35 – 39
1
Total
40 = N

            Mo = +  X I = 59,50 +  X 5 = 59,50 + 2,50 +62
4. Saling Hubungan Antara Mean-Median Dan Modus
Dalam keadan khusus−−yaitu dalam keadaan didtribusi frekuinsi data yang kita selidiki bersifat normal (simetris)−−maka akan kita temui keadan sebagai berikut:
a. Mean = Median = Modus
b. Modus = 3 Median—2 Mean          
5. Quartile, Decile Dan Percentile Sebagian Ukuran Penentuan Letak Nilai Selain Median
Dalam median, dunia statistik juga dikenal adanya ukuran penentuan letak nilai lainnya, yaitu: quartile, decile, dan percentile, ketiganya dibicarakan pada uraian selanjutnya:
a. Quartile
     Dalam dunia statistik, yang dimaksud dengan Quartile ialah: titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh disteribusi frekuensi ke dalam 4 bagian yang sama besar, yaitu masing-masing sebesar 1/4N.
b. Decile
     Decile atau desil ialah: titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki ke dalam 10 bagian yang sama besar, yang masing-masing 1/10N.
c. Percentile
     Percetile atau persentil yang bisa dilambangkan P, adalah titik atau nilai yang membagi suatu distribusi data menjadi seratus bagian yang sama besar. Karena itu persentil sering disebut “ukuran per-ratus-an”.
6. Nilai rata-rata ukur (geometric mean)
      Nilai rata-rata ukur atau geometrik mean bisa diberi lambang GM. Sebenarnya nilai rata-rata ukur sebagai salah satu ukuran rata-rata, jarang sekali digunakan dalam lapangan pendidikan.
a. Penertian Nilai Rata-Rata Ukur
     Nilai rata-rata ukur dari sekelompk bilangan ialah: hasil perkalian bilangan tersebut, diakar pengkatnya banyaknya bilangan itu sendiri. Dengan demikian, GM dari dua bilangan adalah sama dengan akar pangkat dua dari hasil perkalian kedua bilangan itu sendiri.
7. Nilai rata-rata hermotik (harmonic mean)
     Nilai rata-rata harmonik sepertihalnya nilai rata-rata ukur, sangat jarang dipergunakan sebagai ukuran rata-rata dalam bidang pendidikan.
a. Pengertian Nilai Rata-Rata Harmonik
      Kebalikan Dari Nilai Rata-rata hitung dari kebalikan bilangan yang termasuk dalam kumpulan bilangan tersebut


BAB 4
MASALAH PENYEBARAN DATA
A.  Pengertia Ukuran Penyebaran Data
Berbagai macam ukuran statistik yang dapat digunakanuntuk mengetahui: luas penyebaran data, atau variasi data, atau homogenitas data, atau stabilitas data.
B.  Macam-Macam Ukuran Penyebaran Data
Dalam dunia statistik, dikenal beberapa macam ukuran penyebaran data.
1.  Range
Range biasa diberi lambang R. Yaitu salah satu ukuran statistik yang menunjukkan jarak penyebaran antara sekor yang terendah sampai skor yang tertinggi. Dengan singkat di rumuskan R = H – L
R = Range yang kita cari.
H = skor yang tertinggi
L = skor terendah
   Range kita gunakan sebagai ukuran, apabila didalam waktu yang sangat singkat kita ingin memperoleh gambarantentang penyebaran  data yang sedang kitaa selidiki dengan mengabaikan faktor ketelitian atau kecermata.
   Kebaikan Range sebagai salah satu ukuran penyebaran data ialah denga dengan menggunakan Rangge dalam waktu singkat dapat diperoleh gambaran umum mengenai luas penyebaran yang sedang kita hadapi. Adapaun kelemahannya ialah A. Rangge akan sangat tergantung kepada nilai-nilai ekstrimnya. B. Rangge sebagai ukuran penyebaran data, tidak memperhatikan distribusi yang terdapat dalam Rangge itu sendiri. Karena kelemahan itulah maka sebagai salah satu ukuran penyebaran data, Rangge sangat jarang digunakan pekerjaan analisis statistik.
2. Deviasi
Deviasi ialah selisih atau simpanan dari masing-masing skor atau interval, dari nilai rata-rata hitungannya. Deviasi merupakan salah satu ukuran variabilitas data yang biasa dilambangkan dengan hurup kecil dari huruf yang digunakan bagi lambang skornya.
Dalam bahasa inggris Deviasi rata-rata dikenal dengan mean deviation (diberi lambang MD) atau average deviation (diberi lambang AD). Apabila dirumuskan maka seperti berikut:
AD =
AD = Average deviation = deviasi rata-rata
∑x = Jumlah harga mutlak deviasi tiap-tiap skor atau interval.
N   = Number of cases
3. Deviasi Standar
Deviasi rata-rata telah menempuh proses perhitungan seperti yang baru saja dikemukakan di atas itulah yang di dunia statistik dikenal Deviasi Standar yang umumnya diberi lambang: δ atau: SD. Disebut Deviasi Standar, karena deviasi rata-rata yang tadinya memliki kelemahan, telah dibekukan atau distandarisasikan, sehingga memiliki kadar kepercayaan atau realibilitas yang lebih mantap, oleh karena itu, dalam dunia analisis statisitik Deviasi Standar ini mempunyai kedudukan yang sangat penting.


BAB 5
MASALAH HUBUNGAN ANTAR VERIABEL
(TEKNIK ANALISIS KORELASIONAL)
A.  Pengertian Korelasi
Kata korelasi berasal dari bahasa inggris correlation. Dalam bahasa Indonesia sering ditermahkan dengan “hubungan”, atau “saling hubungan”, atau “hubungan timbal-balik”. Dalam ilmu Statistik istilah “korelasi” diberi pengertian sebagai “hubungan antardua variabel atau lebih”
B.  Arah Korelasi
Hubungan antar variabel itu jika ditilik dari segi arahnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hubungan yang sifatnya satu arah, dan hubungan yang sifatnya berlawanan arah. Hubungan yang bersifat searah diberi nama korelasi positif, sedang hubungan yang sifatnya berlawanan arah disebut korelasi negatif.
Disebut korelasi positif,  jika dua variabel yang berkorelasi, berjalan parare; artinya bahwa hubungan antar dua variabel (atau lebih) itu menunjukkan arah yang sama. Dan disebut korelasi negatif,  jika dua variabel (atau lebih) yang berkorelasi itu berjalan dengan arah yang berlawanan, bertentangan, atau berkebalikan.
C.  Peta Korelasi
Arah hubungan variabel yang kita cari korelasinya, dapat kita amati melalui sebuah peta atau diagram, yang dikenal dengan peta korelasi. Dalam peta korelasi dapat kita lihat pancaran titik atau momen dari variabel yang sedang kita cari korelasinya; karena itu peta korelasi juga disebut Scatter Diagram (Diagram Pancaran Titik).
D.  Angka Korelasi
1.   Pengertiannya
Tinggi-rendah, kuat-lemah atau besar kecinya suatu korelasi dapat diketahui dengan melihat besar-kecilnya suatu angka (kofisien) yang disebut Angka Indeks Korelasi atau Cofficient Of Correlation.
2.      Lambangnya
Lambang korelasi bisa diberi lambang dengan huruf tertentu.
3.   Besarnya
Angka korelasi itu besarnya berkisar antara 0 (nol) samapai dengan ±1,00;
4.       Tandanya
Korelasi antara variabel X dan variabel Y disebut korelasi positif apabila angka indeks korelasinya bertanda “plus” (+).
5.   Sifatnya
Angka indeks korelasi yang diperoleh dari proses perhitungan itu sifatnya relatif, yaitu angka yang funginya melambangkan indeks hubungan antar variabelyang dicari korelasinya.
E.   Teknik Analisis Korelasional, Pengertian, Dan Penggolongannya
1.      Pengertiannya
Teknik Analisis Korelasional ialah teknik analisi statistik mengenai hubungan antardua variabel atau lebih.
2.   Tujuannya
Teknik Analisis Korelasional memiliki tiga macam tujuan, yaitu:
a.       Ingin Mencari bukti (berlandaskan pada data yang ada).
b.      Ingin menjawab pertanyaan apakah hubungan antarvariabel itu.
c.       Ingin memperoleh kejelasan dan kepastian.
3.   Penggolongannya
Teknik Analisis Korelasional dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu Teknik Analisis Korelasional Bivariat dan Teknik Analisis Korelasional Multivariat.
F.   Teknik Korelasi Produk Moment
1.   Pengertiannya
Product Moment Correlation – atau lengkapnya Product Of The Moment Correlation adalah salah satu teknik mencari korelasi antardua variabel yang kerap kali digunakan. Disebut Product Moment Correlation karena kofisien korelasinya diperoleh dengan cara mencari hasil perkalian dari momen-momen variabel yang dikorelasinya.
2.      Penggunaanya
Teknik Korelasi Product Moment kita pergunakan apabila kta berhadapan A. Variabel yang kita korelasikan berbentuk gejala atau data yang bersifat kontino. B. Sampel yang diteliti mempunyai sifat homogen. C. Regresinya merupakan regresi linear.
3.      Lambangnya
Kuat-lemah atau tinggi rendahnya korelasi antaar individu variabel yang sedang kita telitidapat diiketahui dengan melihat besar-kecilnya angka indeks korelasi, yang pada teknik korelasi product moment diberi lambang “r”.
G.  Teknik Korelasi Tata Jenjang (= Teknik Korelasi Rank Order = Rank Order Correlation = Rank Difference Correlation)
1.      Pengertian
Teknik Korelasi Tata Jenjang dalam dunia statistik dikenal sebagai Teknik Analisis Korelasional paling sederhana jika dibandingkan dengan teknik analisis korelasional lainnya.
2.      Penggunaannya
Teknik Korelasi Tata Jenjang ini dapat efektif digunakan apabila subjek yang dijadikan sampel dalam penelitian lebih dari sembilan tetapi kurang dari tigapuluh.
3.      Lambangnya
Pada Teknik Korelasi Tata Jenjang ini angka indeks korelasinya dilambangkan dengan huruf ρ.
4.      Rumusnya
Untuk mencari ρ dipergunakan rumus sebagai beriku
ρ =1-           
Atau
              6∑D2
ρ =1-
ρ           = Angka Indeks Korelasi.
6&1     =  Bilangan konstan.
D         = Diffirence.
N         = Number of Cases.

H.  Teknik Korelasi PHI
1.      Pengertian
Teknik Korelasi Phi adalah salah satu teknik analisis korelasional yang dipergunakan apabila data yang dikorelasikan adalah data yang benar-benar dikotomik.
2.      Lambangnya
Besar-kecil, kuat-lemah, atau tinggi-rendahnya korelasi antardua variabel yang kita selidiki korelasinya.
3.      Rumusnya
  ɸ =
         
4.      Cara Memberi Interpretasi Terhadap Angka Indeks Korelasi Phi (ɸ)
Pada dasarnya, Phi merupakan Product Moment Correlation. Berhubungan dengan itu, maka Phi Cofficient itu dapat diinterpretasikan dengan cara yang sama dengan “r” Product Moment dari person.
I.     Teknik Korelasi Koefesien Kontigensi
1.   Pengertian
Teknik Korelasi Koefesien Kontigensi adalah salahsatu teknik analisis Bivariat, yang dua buah variabel yang dikorelasikan berbentuk kategori atau merupakan gejala ordinal.
2.   Lambangnya
Kuat-lemah, tinggi-rendah, atau besar kecilnya korelasi antar dua variabel yang sedang kita selidiki korelasinya.
3.      Rumusnya
Rumus untuk mencari Teknik Korelasi Koefesien Kontigensi adalah
C =
J.     Teknik Krelasi Poin Biserial
1.      Pengertian
Teknik Krelasi Poin Biserial adalah salah satu teknik analisis Korelasional Bivariat yang biasa digunakan untuk mencari korelasi antara dua variabel, variabel 1 berbentuk variabel kontinum dan variabel 2 berbentuk variabel dikrit murni.
2.      Lambangnya
Angka indeks korelasi yang menunjukkan keeratan hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.


BAB 6
MASALAH PERBEDAAN ANTAR VARIABEL
(TEKNIK ANALISIS KOMPARASIONAL)
A.  Pengertian Komparasi
Istilah “komparasi” atau “komparasional” yang digunakan dalam buku ini diambil arti “perbandingan” atau “pembandingan”
B.  Pengertian Penelitian Komparasi
Penelitian yang berusaha menemukan bersamaan  dan pembedaan tentang benda, tentang orang, tentang prosedur kerja, tentang ide, kritik terhadap orang  kelompok, terhadap suatu ide atau suatu prosedur kerja.
C.  Pengertian Teknik Analisis Komprasional
Teknik Analisis Komprasional  adalah salah satu teknik analisis kuantatif atau salah satu teknik analisis statistik yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis mengenai ada tidaknya perbedaan anatar variabel yang sedang diteliti.
D.  Teknik Analisis Komparasional Dan Penggolongannya
Teknik Analisis Komparasional dengan variabel perbandingan hanya  dua buah saja, disebut Teknik Analisis Komparasional dan Teknik Analisis Komparasional Multivariat.


BAB 7
TES “t” (“t” TEST) DAN TEST “KAI KUADRAT” (“CHI SQUARE” TEST)
SEBAGAI TEKNI ANALISIS KOMPARASIONAL BIVARIAT
A.  Pengartian Tes “t”
Tes “t” atau “t” Test adalah salah satu statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nihi yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean simpel yang diambil secara random dari populasi yang sama tidak terdapat perbedaan yang siknifikan. Pangkal tolak berpikir pada tes “t” secara sngkat menemukan prinsip yang dapat diberlakukan secara umum atau bersifat universal.
B.  Penggolongan Tes “t”
Rumus utuk memperoleh harga “t” merupakan rumus umum.
Berdasarkan rumus keadaan sampelnya itu, pada umumnya para ahli statistik menggolongkan tes “t” menjadi dua macam yaitu
1.   Tes “t” untuk sampel kecil (N kurang dari 30)
2.      Tes “t” untuk sampel besar (N sama dengan atau lebi besar dari 30)
C.  Pengertian Kai Kuadrat
Analisi komparasional lainnya yaitu tes “kai kuadrat” atau square tes, yaitu teknik analisi komparasional yang mendasarkan diri pada perbedaan frekuensi dari data yang sedang kita seliki.
D.  Penggolongan Tes Kai Kuadrat
Cara untuk mencaru rumus kai kuadrat merupakan rumus yang sifatnya umum, rumus itu dimodifikasi atau diadakan penyesuian, atas dasar ini maka dalam praktek, teknis analisi kai kuadratn dapat dibedakan dalam 6 macam penggolongan, yang disediakan keadaan data / masih penggunaannya:
1.      Tes kai kuadrat untuk menguji atau mengetes perbedaan frekuensi variabel tunggal.
2.      Tes kai kuadrat untuk menguji atau mengetes perbedaan frekuensi variabel ganda, dimana sel-selnya berfrekuensi 10 atau lebih
3.      Tes kai kuadrat untuk menguji atau mengetes perbedaan frekuensi variabel ganda dimana terdapat sel yang berfrekuensi kurang dari 10 (dengan koreksi iates).
4.      Tes kai kuadrat untuk menguji atau mengetes perbedaan persentase.
5.      Tes kai kuadrat untuk menguji atau mengetes signifikasi normalitas distribusi frekuensi.


BAB 8
CONTOH PENGGUNAAN TES “t”
A.  Tes “t” Untuk Dua Sampel Keci Yang Saling Berhubungan
Rumus untuk mencari “t” atau t0 dalam keadaan dua sampel yang kita teliti merupakan sampel kecil  (N kurang dari 30), sedangkan kedua sampel kecil itu satu sama lain mempunyai pelatihan atau hubungan, adalah sebagai beriku
To =
B.  Test “t” Untuk Dua Sampel Kecil Yang Satu Sama Lain Tidak Ada Hubungannya
Penggunaan tes “t” dengan dua sampel yang sedang kita teliti. Perbedaannya (sampel kecil) mempunyai hubungan  anatara satu dengan yang lain, dikatakan ada hubungan anatara sampel I dan sampel II, sebab skor yang kita cari perbedaan itu bersumber dari yang dimiliki A sebelum dan sesudah diteerapkannya metode baru “M” jadi kedua skor sikap keagamaan itu ada perkaliannya antara yang satu dengan yang lain.
Rumus untuk dua sampel kecil yang satu sama lain ada hubungannya, t0 dapat diperoleh dengan menggunakan rumus dibawah ini
t0 =
C.  Test “t” Untuk Dua Sampel Besar Yang Satu Sama Lain Saling Berhubungan
Rumus yang kita pergunakan disini adalah
t0 =


BAB 9
CONTOH PENGGUNAAN TEST KAI KUADRAT
A.  Tes Tai Kuadrat Untuk Mengetes Perbedaan Frekunsi Variabel Tunggal
Rumusnya adalah
            X2 =    +    +  
f0 = frekuensi yang diobservasi = frekuensi yang diperoleh dalam penelitian
ft = frekuensi yang diharapkan jika seandainya tidak terdapat perbedaan frekuensi = perbeadannya tidak ada atau sama dengan nol
B.  Tes Kai Kuadrat Untuk Mengetes Perbedaan Frekuensi Varibel Ganda Yang Sel-Selnya Berfrekuensi 10 Atau Lebih Dari 10
Rumusnya adalah
            X2 =

   N = Number of Cases
      A, B, C, D masing-masing adalah lambang bagi sel yang terdapat pada tabel kontingensi, yaitu sel pertama, kedua, ketiga, keempat (dengan kata lain tabel kerja kita adalah berbentuk tabel 2 x 2)
C.  Tes Kai Kuadrat Untuk Mengetes Perbedaan Frekuensi Dari Varibel Ganda, Dimana Terdapat Sel Yang Berfrekuensi, Kurang Dari 10
Rumusnya adalah
*      X2 =   
*      N = Number of Cases
*                  A, B, C, D masing-masing adalah lambang bagi sel yang terdapat pada tabel kontingensi, yaitu sel pertama, kedua, ketiga, keempat (dengan kata lain tabel kerja kita adalah berbentuk tabel 2 x 2)
D.  Tes Kai Kuadrat Untuk Mengetes Perbedaan Presentase
Rumusnya adalah
       X2o = X2% X

E. TES KAI KUADRAT UNTUK MENGETES SIGNIKANSI KORELASI
      Rumusnya adalah
            X2 = ∑



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

TEBAK KATA MATERI: Struktur Anekdot LANGKAH-LANGKAH Guru mempersiapkan media yang sudah lengkap dengan huruf-huruf. ...