Total Tayangan Halaman

Selasa, 13 Juni 2017

BIMBINGAN DAN KONSELING



 BIMBINGAN






Disusun oleh:
DESI WIDY ASTUTIK
1534411013


PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PGRI BANGKALAN

TAHUN AKADEMIK 2016-2017



DATA ANAK
Nama                                       : Nia Oktavia
Tempat/  Tanggal Lahir           : Bangkalan, 16 Oktober 2009
Alamat                                                : Jl. Pancar Barat No. 26 Burneh
Sekolah                                   : SDN Burneh 02
Umur                                       : 7 tahun

KEBIASAAN ANAK SEHARI-HARI (SEBELUM DIBIMBING)
            Nia Oktavia murid SDN Burneh 2 yang duduk di bangku kelas 1 mempunyai masalah dalam belajarnya di rumah. Setiap pagi ia berangkat sekolah dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan proses belajar mengajar. Menurut keterangan ibunya wali muridnya ia aktif saat mengikuti kegiatan proses belajar mengajar di dalam kelasnya. Namun saat tiba di rumahnya ia menjadi bermalas-malasan untuk belajar, bahkan saat ada pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh gurunya ia tidak mau mengerjakannya dengan beralasan mengantuk, capek dan ingin tidur. Kerena pada saat siang harinya ia hanya bermain dengan teman-teman sebayanya hingga sore harinya.
            Hingga pada suatu hari saat ia menghadapi soal ulangan harian, ia mendapatkan nilai jelek akibat tidak mau belajar di rumahnya. Hal ini menyebabkan ia sering dimarahi oleh ibunya. Ia juga pernah mengikuti les di sekitar rumahnya karena kedua orang tuanya ingin mengubah kebiasaan buruknya itu. Namun tidak berhasil juga dan ia malah bermain-main di tempat lesnya tersebut sehingga ia diberhentikan les oleh ibunya.


DATA ORANG TUA
Nama                          
            Ayah                           : Andi Suwito
            Ibu                               : Erlin Ernawati S. Kep
Pendidikan Terakhir
            Ayah                           : SMA
            Ibu                               : Sarjana Keperawatan
Pekerjaan                                
            Ayah                           : Pelaut
            Ibu                               : Ibu Rumah Tangga
Alamat                                                : Jl. Pancar Barat No. 26 Burneh

            Nia Oktavia berasal dari keluarga yang tergolong mampu. Ayahnya adalah seorang pelaut (berlayar) dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga, namun meskipun hanya seorang ibu rumah tangga pendidikan ibunya tinggi karena sudah memiliki gelar Sarjana Keperawatan lulusan dari STIKES. Ayahnya juga memiliki pendidikan yang baik meskipun hanya tamatan SMA. Karena pekerjaan ayahnya pelaut, di rumah ia mendapatkan fasilitas belajar yang memadai seperti meja belajar, perlengkapan belajar dan bahkan diusianya yang masih 7 tahun, ia sudah memiliki tablet untuk menunjang belajarnya di rumah. Namun ia tetap tidak memiliki keingin belajar yang baik dan benar meskipun orang tuanya sudah memberikan fasilitas yang layak untuknya.


LANGKAH-LANGKAH BIMBINGAN
1.     Melakukan pendekatan dengan mewawancarainya (19 Oktober 2016)
Proses awal yang saya lakukan adalah dengan menanyakan beberapa pertanyaan tentang kegiatan apa saja yang dilakukan baik di sekolah mamupun di rumah serta apa saja yang diperoleh dari sekolahnya.
2.     Mengajaknya untuk mulai mengatur waktu belajar (22 Oktober 2016)
Setelah mewawancarainya, saya mulai mengajaknya untuk mengatur waktu belajarnya pada saat di rumah dengan cara memberikan contoh jadwal kegiatan sehari-hari dari pagi hingga malam hari sampai menjelang tidur.
3.     Memberikan motivasi untuk belajar (23 Oktober 2016)
Selanjutnya saya berusaha memberikan motivasi untuk belajar dengan cara memberikan pengetahuan lebih tentang manfaat belajar yang sebenarnya terutama yang sesuai dengan minat anak.
4.     Memberikan informasi tentang pola belajar yang baik (26 Oktober 2016)
Langkah ini bertujuan agar anak mengetahui pola belajar yang baik, seperti anak harus fokus pada saat belajar, tidak sering bercanda, lebih menggunakan buku untuk belajar membaca daripada yang lainnya dan saya sebagai pembimbing wajib membikan contoh yang baik saat sedang membimbing, contohnya tidak sambih berimain telepon genggam. Agar anak juga mengetahui bahwa hal tersebut dapat mengganggu pola belajarnya.
5.     Meminta dukungan dari orang tua (28 Oktober 2016)
Dengan dukungan orang tua, anak menjadi lebih memiliki semangat untuk belajar. Oleh karena itu saya sebagai pembimbing meminta dukungan orang tuanya dan juga mengajaknya untuk ikut bekerjasama agar anaknya tidak terus-menerus dimarahi ketika sedang malas untuk belajar. Karena hal tersebut akan semakin membuat anaknya malas dan enggan untuk belajar.


TABEL DARI LANGKAH-LANGKAH
NO
LANGKAH DAN WAKTU
BERHASIL
KURANG BERHASIL
TIDAK BERHASIL
1
Melakukan pendekatan dengan mewawancarainya (19 Oktober 2016)


2
Mengajaknya untuk mulai mengatur waktu belajar (22 Oktober 2016)


3
Memberikan motivasi untuk belajar (23 Oktober 2016)


4
Memberikan informasi tentang pola belajar yang baik (26 Oktober 2016)


5
Meminta dukungan dari orang tua (28 Oktober 2016)



Dari tabel tersebut dapat ditarik kesimpulan mengenai langkah-langkah yang saya lakukan bahwa setiap langkah tidak selalu berhasil. Seperti pada langkah ketiga, saya kurang berhasil karena saya kesulitan menentukan minat anak tersebut seperti apa. Namun saya terus berusaha untuk membimbing meskipun sedikit ada kendala, yakni dengan cara melanjutkan langkah-langkah yang telah saya susun sebelumnya sampai langkah dan berhasil.


SETELAH DIBIMBING
Setelah melakukan bimbing dengan berbagai macam langkah yang saya lakukan 5 kali pertemuan, saat ini Nia Oktavia murid yang saya bimbing sudah mulai bisa mengubah kebiasaan buruknya yang sebelumnya bermalas-malasan belajar setelah mendapatkan bimbing sudah tidak bermalas-malasan lagi untuk belajar. Bahkan menurut pengakuan dari ibunya ia menjadi semakin giat belajar dan setiap ada pekerjaan rumah (PR) ia mengerjakannya dengan sungguh-sungguh tanpa bermalas-malasan lagi.
  Kunci sukses melakukan bimbingan seperti pada peserta didik adalah dengan meminta dukungan penuh dari orang tuanya. Karena dengan begitu anak manjadi lebih bersemangat untuk beajar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

TEBAK KATA MATERI: Struktur Anekdot LANGKAH-LANGKAH Guru mempersiapkan media yang sudah lengkap dengan huruf-huruf. ...