BIMBINGAN
Disusun oleh:
DESI WIDY ASTUTIK
1534411013
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PGRI BANGKALAN
TAHUN AKADEMIK 2016-2017
DATA ANAK
Nama : Nia Oktavia
Tempat/ Tanggal Lahir :
Bangkalan, 16 Oktober 2009
Alamat : Jl. Pancar Barat No. 26 Burneh
Sekolah : SDN Burneh 02
Umur : 7 tahun
KEBIASAAN ANAK SEHARI-HARI (SEBELUM
DIBIMBING)
Nia Oktavia murid SDN Burneh 2 yang duduk di bangku
kelas 1 mempunyai masalah dalam belajarnya di rumah. Setiap pagi ia berangkat
sekolah dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan proses belajar mengajar.
Menurut keterangan ibunya wali muridnya ia aktif saat mengikuti kegiatan proses
belajar mengajar di dalam kelasnya. Namun saat tiba di rumahnya ia menjadi
bermalas-malasan untuk belajar, bahkan saat ada pekerjaan rumah (PR) yang
diberikan oleh gurunya ia tidak mau mengerjakannya dengan beralasan mengantuk,
capek dan ingin tidur. Kerena pada saat siang harinya ia hanya bermain dengan
teman-teman sebayanya hingga sore harinya.
Hingga pada suatu hari saat ia
menghadapi soal ulangan harian, ia mendapatkan nilai jelek akibat tidak mau
belajar di rumahnya. Hal ini menyebabkan ia sering dimarahi oleh ibunya. Ia
juga pernah mengikuti les di sekitar rumahnya karena kedua orang tuanya ingin
mengubah kebiasaan buruknya itu. Namun tidak berhasil juga dan ia malah
bermain-main di tempat lesnya tersebut sehingga ia diberhentikan les oleh
ibunya.
DATA ORANG TUA
Nama
Ayah :
Andi Suwito
Ibu :
Erlin Ernawati S. Kep
Pendidikan
Terakhir
Ayah :
SMA
Ibu :
Sarjana Keperawatan
Pekerjaan
Ayah :
Pelaut
Ibu :
Ibu Rumah Tangga
Alamat :
Jl. Pancar Barat No. 26 Burneh
Nia Oktavia berasal dari keluarga
yang tergolong mampu. Ayahnya adalah seorang pelaut (berlayar) dan ibunya hanya
seorang ibu rumah tangga, namun meskipun hanya seorang ibu rumah tangga
pendidikan ibunya tinggi karena sudah memiliki gelar Sarjana Keperawatan
lulusan dari STIKES. Ayahnya juga memiliki pendidikan yang baik meskipun hanya
tamatan SMA. Karena pekerjaan ayahnya pelaut, di rumah ia mendapatkan fasilitas
belajar yang memadai seperti meja belajar, perlengkapan belajar dan bahkan
diusianya yang masih 7 tahun, ia sudah memiliki tablet untuk menunjang
belajarnya di rumah. Namun ia tetap tidak memiliki keingin belajar yang baik
dan benar meskipun orang tuanya sudah memberikan fasilitas yang layak untuknya.
LANGKAH-LANGKAH BIMBINGAN
1.
Melakukan pendekatan dengan mewawancarainya (19
Oktober 2016)
Proses awal yang saya lakukan adalah dengan
menanyakan beberapa pertanyaan tentang kegiatan apa saja yang dilakukan baik di
sekolah mamupun di rumah serta apa saja yang diperoleh dari sekolahnya.
2.
Mengajaknya untuk mulai mengatur waktu belajar (22
Oktober 2016)
Setelah mewawancarainya, saya mulai mengajaknya
untuk mengatur waktu belajarnya pada saat di rumah dengan cara memberikan
contoh jadwal kegiatan sehari-hari dari pagi hingga malam hari sampai menjelang
tidur.
3.
Memberikan motivasi untuk belajar (23 Oktober 2016)
Selanjutnya saya berusaha memberikan motivasi untuk
belajar dengan cara memberikan pengetahuan lebih tentang manfaat belajar yang
sebenarnya terutama yang sesuai dengan minat anak.
4.
Memberikan informasi tentang pola belajar yang baik
(26 Oktober 2016)
Langkah ini bertujuan agar anak mengetahui pola
belajar yang baik, seperti anak harus fokus pada saat belajar, tidak sering
bercanda, lebih menggunakan buku untuk belajar membaca daripada yang lainnya
dan saya sebagai pembimbing wajib membikan contoh yang baik saat sedang
membimbing, contohnya tidak sambih berimain telepon genggam. Agar anak juga
mengetahui bahwa hal tersebut dapat mengganggu pola belajarnya.
5.
Meminta dukungan dari orang tua (28 Oktober 2016)
Dengan dukungan orang tua, anak menjadi lebih
memiliki semangat untuk belajar. Oleh karena itu saya sebagai pembimbing
meminta dukungan orang tuanya dan juga mengajaknya untuk ikut bekerjasama agar
anaknya tidak terus-menerus dimarahi ketika sedang malas untuk belajar. Karena
hal tersebut akan semakin membuat anaknya malas dan enggan untuk belajar.
TABEL DARI
LANGKAH-LANGKAH
|
NO
|
LANGKAH DAN WAKTU
|
BERHASIL
|
KURANG BERHASIL
|
TIDAK BERHASIL
|
|
1
|
Melakukan
pendekatan dengan mewawancarainya (19 Oktober 2016)
|
√
|
|
|
|
2
|
Mengajaknya
untuk mulai mengatur waktu belajar (22 Oktober 2016)
|
√
|
|
|
|
3
|
Memberikan
motivasi untuk belajar (23 Oktober 2016)
|
|
√
|
|
|
4
|
Memberikan
informasi tentang pola belajar yang baik (26 Oktober 2016)
|
√
|
|
|
|
5
|
Meminta
dukungan dari orang tua (28 Oktober 2016)
|
√
|
|
|
Dari tabel tersebut dapat ditarik kesimpulan
mengenai langkah-langkah yang saya lakukan bahwa setiap langkah tidak selalu
berhasil. Seperti pada langkah ketiga, saya kurang berhasil karena saya kesulitan
menentukan minat anak tersebut seperti apa. Namun saya terus berusaha untuk
membimbing meskipun sedikit ada kendala, yakni dengan cara melanjutkan
langkah-langkah yang telah saya susun sebelumnya sampai langkah dan berhasil.
SETELAH DIBIMBING
Setelah melakukan bimbing dengan
berbagai macam langkah yang saya lakukan 5 kali pertemuan, saat ini Nia Oktavia
murid yang saya bimbing sudah mulai bisa mengubah kebiasaan buruknya yang
sebelumnya bermalas-malasan belajar setelah mendapatkan bimbing sudah tidak
bermalas-malasan lagi untuk belajar. Bahkan menurut pengakuan dari ibunya ia
menjadi semakin giat belajar dan setiap ada pekerjaan rumah (PR) ia
mengerjakannya dengan sungguh-sungguh tanpa bermalas-malasan lagi.
Kunci
sukses melakukan bimbingan seperti pada peserta didik adalah dengan meminta
dukungan penuh dari orang tuanya. Karena dengan begitu anak manjadi lebih
bersemangat untuk beajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar