KEBULATAN
HATI
Karya : Desi
Widy Astutik
Ketika harapanku jatuh
Aku teringat kursi goyang itu
Walau ia sudah menua
Namun tetap mampu menopang kehidupan
Begitu pula dengan kakiku
Yang akan terus berdiri
‘Tuk menopang lelahnya raga
Sekalipun diterjang badai kehidupan
KEBISUANKU
Karya : Desi
Widy Astutik
Kau hancurkan hatiku bagai pecahan gelas
Yang jatuh berhamburan dimana – mana
Sakitnya hatiku bagai tertusuk jarum
Yang kemudian menuai luka dalam
Entah bagaimana logika
dan hatimu
Menyatu untuk melakukan demikian
Ya mungkin saja kau salah mengartikan
Kebisuanku adalah cintaku
SEPERTIGA
MALAM
Karya : Desi
Widy Astutik
Kepada-Nya aku bersimpuh
Mengangkat kedua tangan
Menghaturkan lafadz kepada-Nya
Memohon ampunan atas segalanya
Tetes demi tetes mengalir deras
Menghiasi pipi yang berlesung pipit ini
Yang terjadi di masa silam
Lalu ku ambil sebuah kitab suci
Ku buka dan ku mulai dengan basmalah
Ayat demi ayat lantunkan pelan
‘Tuk memuja dan memuji-Nya
Tuhan
Hanya pada-Mu lah aku berserah diri
Rabu Pahit
Karya : Desi
Widy Astutik
Hari Rabu ini
awan mengandung hujan
Suara-suara
keras terdengar menakutkan
Bertepatan
dengan hujan lebat turun
Yang berembus
angin
Seperti hari
Rabu ini
Awan kelabu
hadir dalam diri
Mengacaukan
pikiran ini
Merubah suasana
hati
Entah keadaan
macam apa
Hingga diri tak
berdaya
Melawan kepiluan
yang ada
Bawah Langit Gelap
Karya : Desi
Widy Astutik
Dibagian hari
yang terang
Sinarnya menjadi
gelap tertutup mendung
Seketika
titik-titik air dari langit datang
Temani diri ini
yang malang
Kutatap langit
kala itu
Merenungi
peristiwa yang terjadi padaku
Lalu aku duduk
sendiri terpaku
Pepohonan yang
menjadi saksi bisu
Hati kecilku
berkata
Jika saja dia
mengetahuinya
Mungkin tak akan
serumit cinta fitri
Yang banyak
mempermainkan hati
Dan aku bagai
hujan renyai
Yang jatuh pelan
berkali-kali
Tapi selalu
tetap ingin kembali
Meski tahu
sakitnya jatuh berkali-kali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar