Total Tayangan Halaman

Rabu, 12 Juli 2017

CONTOH PENULISAN JURNAL SKRIPSI

STRUKTUR PERCAKAPAN PADA KOMEDI OPERA VAN JAVA PERIODE FEBRUARI 2013

ABSTRAK

DUWI RAHMAWATI
09344110

Duwi Rahmawati, 2013 “Struktur Percakapan Pada Komedi Opera Van Java Episode Februari 2013”, Skripsi, Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP PGRI Bangkalan, Pembimbing I : Dra. Sri Rukmiyati Ningsih M.Pd, Pembimbing II : Sunar Dwigjdo Wahono S.Pd, M.Pd.,
Percakapan adalah bentuk kegiatan yang paling mendasar yang dilakukan oleh manusia untuk menjalin hubungan antara satu dengan yang lain. Dari sekian banyak bentuk percakapan yang terjadi, sering dijumpai ketidakteraturan ujaran atau struktur percakapan. Sama halnya pada serial komedi opera van java. Perlu diperhatikan bahwa untuk memperlancar komunikasi, tuturan bahasa yang digunakan harus menggunakan bahasa yang baik supaya apa yang disampaikan dapat direspon sesuai dengan yang dibutuhkan. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur percakapan jika dilihat dari segi jeda, bagaimana struktur percakapan jika dilihat dari segi overlaps, dan bagaimana struktur percakapan jika dilihat dari segi backchannel.
            Pendekatan yang penulis lakukan adalah pendekatan pragmatic. Teori – teori yang dipakai dalam menganalisis struktur pecakapan adalah analisis percakapan, struktur percakapan yang meliputi ; giliran bicara, pertukaran giliran, jeda, overlaps, dan backchannel. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian ini adalah teknik simak dan catat yang dilakukan untuk mengambil percakapan. Sumber data yaitu, para pemain wayang yang terdiri atas : Sule, Andre, Nunung, Desta, Aziz, dan Parto. Data dalam penelitian ini adalah struktur percakapan wacana lisan yang terdapat dalam serial komedi opera van java di trans 7.
            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ujaran yang mengandung struktur percakapan yang dilakukan subjek penelitan yang berupa jeda, overlaps, dan backchannel. Dapat disimpulkan bahwa keteraturan atau susunan percakapan pada serial komedi opera van java akan membantu kelancaran proses komunikasi.
Kata Kunci : struktur percakapan, opera van java, jeda, overlaps, dan backchannel.


PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Opera Van Java adalah sebuah acara komedi/humor di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia, Trans 7. Ide acara ini adalah seperti pertunjukan wayang orang pada kebudayaan Jawa. Para wayang itu diperankan oleh beberapa pelawak terkenal, seperti Nunung Srimulat, Aziz Gagap, Andre, Desta dan Sule. Selain wayang, juga terdapat dalang yang diperankan oleh Parto Patrio serta para pemain gamelan dan sinden. Uniknya, hanya dalang yang mengetahui jalan ceritanya. Bintang tamu pun sering ditampilkan pada tiap episodenya.
            Sama halnya dengan wayang kulit/boneka, dalang berperan sebagai pengatur cerita dan ia berhak untuk memberikan petunjuk, adegan apa yang harus dilakukan oleh para wayang diperankan oleh para selebriti (pelawak, penyanyi, artis sinetron).
            Sebagian besar percakapan pada Opera van Java melibatkan 2 wayang atau lebih dalam pengambilan giliran berbicara, dan hanya satu orang wayang  yang berbicara pada saat percakapan berlangsung. Pergantian yang halus dari wayang yang lain masih dapat di hargai. Namun, adakalanya saat para wayang berusaha untuk bercakap – cakap secara bersamaan dan tidak menemukan adanya alur atau ritme yang lembut pada pergantiannya, sehingga percakapan antar wayang terganggu. Perlu diperhatikan bahwa untuk memperlancar jalannya komunikasi antar wayang, harus memperhatikan struktur percakapan.
            Menurut  Suhartono (dalam Riskiyah, 2012:8) menyatakan bahwa percakapan memiliki struktur khas berupa rangkain otomatis yang berpasangan. Salah satu struktur percakapan yakni jeda, overlaps, dan backchannel yang menjadi dasar terbentuknya dan terpenuhinya kegiatan percakapan serta pengambilan giliran atau penukaran giliran berbicara. Namun dalam Opera Van Java, adanya struktur percakapan yang di dalamnya menyangkut jeda, overlaps, dan backchannel sering tidak diperhatikan.
Rumusan Masalah
1.   Bagaimana struktur percakapan jika dilihat dari segi jeda semua tokoh dalam serial komedi Opera Van Java di Trans 7 periode Februari 2013?
2.   Bagaimana struktur percakapan jika dilihat dari segi overlaps semua tokoh dalam serial komedi Opera Van Java di Trans 7 periode Februari 2013?
3.   Bagaimana struktur percakapan jika dilihat dari segi backchannel semua tokoh dalam serial komedi Opera Van Java di Trans 7 periode Februari 2013?
Tujuan Penelitian
1.   Untuk mendeskripsikan jeda semua tokoh dalam serial komedi Opera Van Java di Trans 7 periode 2013.
2.   Untuk mendeskripsikan overlaps semua tokoh dalam serial komedi Opera Van Java di Trans 7 periode 2013.
3.   Untuk mendeskripsikan backchannel semua tokoh dalam serial komedi Opera Van Java di Trans 7 periode 2013.
Teori
  • Pragmatik     
Secara umum, Mey (dalam Riskiyah,2001:12) mendefinisikan pragmatik sebagai studi yang dapat mengkaji perilaku bahasa manusia secara mendalam dan lebih lengkap. Dapat disimpulkan bahwa pragmatik merupakan ilmu yang mempelajari bahasa dari segi pengguna bahasa. Dalam kaitannya dengan bhasa, penulis berpendapat bahwa analisis struktur percakapan tidak lepas dari kajian pragmatik. Hal tersebut dipertegas oleh Levinson (dalam Riskiyah,2012:9) menyatakan bahwa untuk mendapatkan pemahaman mendasar tentang fenomena prgamatik, seseorang dapat mengkaji percakapan karena percakapan merupakan inti atau jenis prototype penggunaan bahasa yang paling mendasar. Demikian juga dengan percakapan dalam suatu serial komedi Opera Van Java di Trans 7. Baik tidaknya percakapan mereka akan menentukan adanya struktur percakapan tersebut.
  • Analisis Percakapan
Analisis percakapan merupakan interaksi komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan ujaran. Yule (2006:122) mengungkapkan bahwa dalam analisis percakapan terdapat giliran tutur. Dalam percakapan yang baik selalu terjadi pergantian peran. Seorang penutur dengan pengetahuan kurang mengenai aturan pengambilan giliran tutur adalah penutur yang tidak memberikan kesempatan berbicara kepada lawan bicara. Pada saat terjadi pengambilan tutur terdapat jeda, overlaps, dan backchannel.
  • Giliran Tutur/Bicara
Giliran tutur (turn-taking) adalah disaat penutur kedua mengambil alih giliran berbicara dari penutur sebelumnya, dan juga sebaliknya. Giliran tutur dalam percakapan mempunyai tiga inti. Pertama, penutur mempersilahkan petutur atau mitra tutur atau memberikan respon dan petutur berkewajiban menggunakan gilirannya. Kedua, apabila penutur tidak mempersilahkan petutur menggunakan gilirannya maka petutur boleh menggunakan gilirannya tetapi tidak diwajibkan. Ketiga, apabila tidak ada mitra tutur yang menggunakan giliran bicara penutur boleh melanjutkan giliran bicaranya tetapi tidak diwajibkan menggunakannya.
  • Struktur Pertukaran
Struktur pertukaran merupakan salah satu unsur wacana percakapan yang penting. Menurut Stubbs (dalam Riskiyah, 2012:13) struktur pertukaran dapat digunakan untuk melihat koherensi wacana. Dalam struktur pertukaran dalam percakapan dapat dianalisis dalam setiap satuan pertukaran. Stubbs juga menyatakan bahwa pertukaran merupakan satuan terkecil dalam berinteraksi.
  •  Struktur Percakapan
Struktur percakapan terdiri dari tiga jenis, yaitu :
  1. Struktur Percakapan Jeda
Jeda menunjukkan adanya keraguan atau kesenyapan. Yule (2006:125) menyebutkan bahwa ada dua jenis jeda struktur percakapan, yaitu :
a.       Jeda hanya terjadi sebentar, itu menunjukkan keragu – raguan. Jeda sangat pendek itu (ditandai dengan (-) tanda penghubung) merupakan keragu – raguan.
b.      Jeda yang panjang/kesenyapan dapat berupa ketiadaan jawaban sebagai kemungkinan penyampaian sesuatu.
  1. Struktur Percakapan Overlaps
Overlaps yaitu diantara kedua penutur mencoba berbicara pada saat yang bersamaan. Tujuannya untuk menunjukkan rasa solidaritas atau merupakan interupsi.
  1. Struktur Percakapan Backchannel
Backchannel atau disebut juga penanda hubungan akhir seperti, anggukan kepala, senyuman, ekspresi wajah, dan isyarat lainnya. Menurut Yule (2006:130) menambahkan adanya backchannel yang tidak diujarkan secara verbal, namun menggunakan gesture seperti menganggukkan kepala, tersenyum dan ekspresi wajah lain yang menunjukkan bahwa mitra tutur menyimak konversasi.
METODE PENELITIAN
Jenis/Rancangan Penelitian
            Penelitian ini merupakan peneliitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut Denzim dan Lincoln (dalam Moleong 2005:05) penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan Latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena – fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.
Metode Pengumpulan Data
  • Metode Penelitian
Dalam penelitian data yang dilakukan menggunakan metode simak. Metode simak merupakan metode yang dilakukan karena data yang diperoleh melalui menyimak penggunaan bahasa (Mahsun 20015:92).
  • Teknik Pengumpulan Data
Teknik ini diikuti dengan teknik lanjutan berupa teknik catat atau dokumen. Dokumentasi dalam penelitian ini merupakan data pendukung sebagai bukti untuk memperkuat data yang dianalisis.
Metode  Analisis Data
Pada tahap analisis ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah mendeskriptifkan data yang sudah diperoleh dari hasil pengumpulan data, baik simak dan catat untuk kemudian dilakukan penganalisisan data pada tahap selanjutnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.   Struktur Percakapan dilihat dari Segi Jeda
Dilihat dari struktur percakapan, percakapan yang berlangsung  pada serial komedi Opera Van Java berjalan lancar karena setiap percakapan para wayang adakalanya terdapat hentian sementara dalam ujaran atau tuturannya tersebut, menunjukkan bahwa adanya keraguan dan kesenyapan.
        Bentuk keragu – raguan terjadi dalam waktu yang pendek, sedangkan kesenyapan terjadi dalam waktu yang panjang/lama. Bentuk keragu – raguan dalam percakapan antarpemain Opera Van Java ini disebabkan oleh perasaaan takut, bingungn, dan tidak percaya diri yang diikuti oleh senyapnya suara saat menyampaikan tuturannya.
2.   Struktur Percakapan dilihat dari Segi Overlaps
Dilihat dari Segi Overlaps yang terjadi pada serial komedi Opera Van Java adalah tuturan yang dituturkan pada saat yang bersamaan dengan penutur lainnya. Hal tersebut hampir dilakukan oleh seluruh para wayang maupun dalang, seperti pada saat percakapan terjadi perasaan kesal, tuturan yang tidak masuk akal, perasaan heran dan perasaan tidak setuju.
Berdasarkan penelitian pada serial komedi Opera Van Java terdapat banyak tuturan yang termasuk pada struktur percakapan dilihat dari segi overlaps. Hal ini dikarenakan setiap wayang mengambil alih giliran tutur pewayang yang lain meskipun sudah melakukan gilirannya masing – masing sehingga terjadilah overlaps pada tuturan tersebut.
3.   Struktur Percakapan dilihat dari Segi Backchannel
Dilihat dari segi backchannel berbeda dengan struktur percakapan yang lain. Berdasarkan penelitian pada serial komedi Opera Van Java terdapat sedikit tuturan yang termasuk pada struktur percakapan dilihat dari segi backchannel.
Backchannel disebut juga penanda hubungan akhir dapat berupa anggukan kepala, senyuman, ekspresi wajah, dan lainnya. Ungkapan tersebut digunakan untuk memperoleh proses pergantian giliran secara teratur yang ditangguhkan untuk membiarkan satu penutur untuk menggunakan gilirannya yang diperpanjang. Akan tetapi, pada giliran yang diperpanjang, para penutur masih berharap bahwa lawan tutur mereka menunjukkan bahwa mereka mendengarkan.
PENUTUP
·      Simpulan
Berdasarkan dari hasil analisis, dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.   Struktur Percakapan jika dilihat dari Segi Jeda
a.       Keragu – Raguan
Jeda dalam bentuk keragu – raguan yang terdapat dalam tuturan antar wayang disebabkan oleh perasaan takut, bingung, ketidakakraban, dan tidak percaya diri. Jeda dalam keragu – raguan tersebut terjadi dalam waktu yang pendek.
b.      Kesenyapan
Selain itu terdapat pula jeda dalam kesenyapan antar pemain Opera Van Java. Kesenyapan tersebut terjadi karena tidak adanya jawaban dari lawan tutr yang disebabkan karena lawan tutur tidak mendengar bahkan tidak menghiraukan tuturan yang disampaikan oleh penutur. Kesenyapan tersebut terjadi dalam waktu yang panjang.
  1. Struktur Percakapan jika dilihat dari Segi Overlaps
Pada serial komedi Opera Van Java para wayang tidak terlalu memperhatikan struktur percakapan yang ada sehingga tidak memberikan giliran tutur kepada pemain wayang yang lain.
  1. Struktur Percakapan jika dilihat dari Segi Backchannel
Ungkapan seperti anggukan kepala, senyuman, ekspresi wajah digunakan untuk memperoleh proses pergantian giliran secara teratur yang digunakan untuk membiarkan satu penutur menggunakan gilirannya yang diperpanjang.
  • Saran
1)      Untuk Peneliti Selanjutnya
Diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk kajian struktur percakapan selanjutnya.
2)      Untuk Guru Bahasa Indonesia
Diharapkan dapat memberikan manfaat dalam dunia kebahasaan khususnya dalam kajian pragmatik.
3)      Untuk Mahasiswa
Diharapkan agar mahasiswa lebih memperhatikan pemberian konstribusi informasi ketika melakukan percakapan sehingga tercipta komunikasi yang baik dan lancar.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Chaer. 2007. Linguistic Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Nadar. 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Hakim, Arif Lukman. 2002. “Humor Gus Dur : Sebuah Tinjauan Pragmatik”. Skripsi Sarjana (S-1). Semarang : Fakultas Sastra Universitas Diponegoro.
Hidayati. 2009. “Analisis Pragmatik Humor Nasrudin Hoja”. Semarang : Fakultas Sastra Universitas Diponegoro.
(http://repository.upi.edu/operator/upload/t_ling_-1007012_chapter2.pdf).
Keraf, Goys. 1981. Diksi dan Gaya Bahasa. Ende Flores : Nusa Indah.
Kuntjara. 2012. Gender Bahasa dan Kekuasaan. Jakarta : Libri.
Leech, Geofrey. 1993. Prinsip – prinsip Pragmatik. Jakarta : Universitas Indonseia.
Levinson,S.C. 1992. Pragmatics (Cet. Ke-10). Cambridge : Cambridge University Press.
Mahsun, M.S. 2011. Metode Penelitian Bahasa : Tahapan Strategi, Metode, dan tekniknya. Edisi Revisi. Jakarta : Rajawali Pers.
Meleong, Lexy J. 2005. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Edisi  Revisi. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Ozkafaci, Mahmut Tahir. 2001. “Pak Belalang dan Nasrudin Hoja : Sebuah Analisis Komparatif”. Skripsi Sarjana (S-1). Semarang : Fakultas Sastra Universitas Diponegoro.
Putu Mas Dewantara. 2010. “Struktur Percakapan Pola Pasangan Berdampingan Antara Siswa Kelas IX IPA di SMPN1 Sawan”. Bali : Fakultas Sastra Universitas Bali.
Wijana, Rohmadi, 2010. Analisis Wacana Pragmatik (Kajian Teori dan Analisis). Surakarta : Mata di Presindo.
Yule, George. 2006. Pragmatic (Terjemahan). Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

TEBAK KATA MATERI: Struktur Anekdot LANGKAH-LANGKAH Guru mempersiapkan media yang sudah lengkap dengan huruf-huruf. ...