Total Tayangan Halaman

Senin, 10 Juli 2017

PROFESI KEGURUAN


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Model-Model Belajar dan Pembelajaran yang diterapkan saat ini berbeda dengan masa kini. Makin maju ilmu pengetahuan mengakibatkan tiap generasi harus meningkatkan pola frekuensi belajarnya. Agar pendidikan dapat dilaksanakan lebih baik tidak terkait oleh aturan yang mengikat kreativitas pembelajar, dan sekiranya tidak memadai hanya digunakan sumber belajar, seperti dosen/guru, buku, modul, audio visual, dan lain-lain, maka hendaknya diberikan kesempatan yang lebih luas dan aturan yang fleksibel kepada pembelajar untuk menentukan strategi belajarnya.
Pengembangan pembelajaran berkenaan dengan pemahaman, perbaikan, dan penerapan metode-metode dalam menciptakan pembelajaran (methods of creating instruction). Pengembangan pembelajaran merupakan proses perumusan dan penggunaan prosedur yang optimal untuk menciptakan pembelajaran baru dalam situasi tertentu. Pengembangan pembelajaran menghasilkan sumber-sumber pembelajaran yang siap pakai, diktat, dan rencana pembelajaran.
Pemanfaatan pembelajaran berhubungan dengan pemahaman, perbaikan, dan penerapan serta penggunaan metode-metode pembelajaran yang telah dikembangkan. Pemanfaatan pembelajaran merupakan proses penentuan dan penggunaan prosedur-prosedur yang optimal untuk mencapai outcome yang optimal. Hasil dari pemanfaatan pembelajaran adalah program pembelajaran yang telah dimodifikasi sedemikan rupa sehingga menghasilkan efektivitas program yang optimal. Pemanfaatan pembelajaran menuntut pengetahuan tentang berbagai prosedur pemanfaatan, perpaduan prosedur yang optimal, dan situasi-situasi yang memungkinkan optimalisasi model-model pemanfaatan.
Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan beberapa model sistem pembelajaran yang saat ini telah dikembangkan oleh para ahli ilmu pendidikan. Dari beberapa model yang akan penulis bahas semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

B. Rumusan Masalah
Apa Pengertian Sistem Pengembangan Pembelajaran?
 Apa Dasar Pengembangan Sistem Perencanaan Pembelajaran?
Apa saja program pengembangan sistem pembelajaran ?
Apa saja konsep sistem pengembangan pembelajaran ?

C. Tujuan Penulisan
Mengetahui Pengertian Pengembangan Sistem Pembelajaran
  Mengetahui Dasar Pengembangan Sistem Perencanaan Pembelajaran.
Mengetahui program pengembangan sistem pembelajaran
Mengetahui konsep-konsep sistem pengembangan pembelajaran

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Sistem Pengembangan Pembelajaran
Pengembangan mengandung pengertian cara membuat tumbuh secara teratur untuk menjadikan sesuatu lebih besar, lebih baik, lebih efektif, dan sebagainya (Husein dan Rahman,1997:28). Selanjutnya pengembangan sistem mengandung maksud cara membuat penjabaran, pelengkapan komponen sistem agar setiap komponen tumbuh (dalam Husein dan Rahman,1997:28). Seterusnya Ely mengemukakan pendapatnya bahwa pengembangan sistem pembelajaran berarti suatu proses secara sistematis dan logis untuk mempelajari problem-problem pembelajaran agar mendapat pemecahan yang teruji validitasnya, dan praktis bisa dilaksanakan (dalam Husein dan Rahman,1997:28).
Sistem pembelajaran adalah  upaya yang sistematik dan disengaja untuk menciptakan kondisi agar pembelajaran dapat berjalan  secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan
Istilah yang berhubungan dengan pengembangan pembelajaran ialah sistem instruksional dan disain instruksional. Menurut Baker (dalam Husein dan Rahman,1997:28), sistem instuksional adalah semua materi (konsep) pembelajaran dan metode yang telah diuji dalam praktek yang dipersiapkan untuk mencapai tujuan dalam keadaan yang sebenarnya. Adapun yang dimaksud dengan disain instuksional adalah adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan serta pengembangan teknik mengajar dan materi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam kegiatan ini termasuk pengembangan paket pembelajaran, kegiatan mengajar, uji coba, revisi, dan kegiatan evaluasi hasil belajar (Briggs dalam Husein dan Rahman,1997:28), sistem instuksional adalah semua materi (konsep) pembelajaran dan metode yang telah diuji dalam praktek yang dipersiapkan untuk mencapai tujuan dalam keadaan yang sebenarnya. Adapun yang dimaksud dengan disain instuksional adalah adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan serta pengembangan teknik mengajar dan materi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam kegiatan ini termasuk pengembangan paket pembelajaran, kegiatan mengajar, uji coba, revisi, dan kegiatan evaluasi hasil belajar (Briggs dalam Husein dan Rahman,1997:28).
Sistem Pengembangan Pembelajaran
Paradigma (model) pengembangan pembelajaran sering dibedakan dengan teori belajar. Teori belajar menjelaskan fungsi-fungsi yang ada pada siswa, berdasarkan ilmu jiwa eksperimen terutama yang menjelaskan proses pada warga belajar, mekanisme yang terjadi pada warga belajar, perubahan tingkah laku warga belajar akibat interaksi dengan lingkungan. Sedangkan model  pengembangan pembelajaran menentukan kondisi dan lingkungan untuk mengubah dan mengamati tingkah laku siswa. Hal ini menekankan pada usaha untuk menentukan prosedur secara khusus dalam mengamati berbagai macam klasifikasi tingkah laku warga belajar, dan prosedur untuk mengubah rangsangan agar tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan intekrasi dengan lingkungan. Paradigma yang dikembangkan ialah dengan menentukan kondisi dan lingkungan untuk mengubah dan mengamati tingkah laku siswa.
Jadi dapat disimpulkan bahwa antara pengembangan sistem pembelajaran dengan  sistem instruksional dan desain instruksional ada kesamaan dan keterkaitan. Pengembangan sistem pembelajaran menekankan pada proses yang sistematis dan logis. Sistem instruksional menekankan pada materi dan metode; dan desain instruksional menekankan pada kebutuhan, tujuan, teknik, materi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Keterkaitan ini mengarah pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu tujuan pembelajaran.
Dasar Pengembangan Sistem Perencanaan Pembelajaran
Pengembangan sistem instruksional perencanaan pembelajaran didasarkan atas empiris dan prinsip yang telah teruji.
1. Empiris
Pengembangan berdasarkan empiris berarti pengembangan yang berdasarkan pengalaman. Untuk pemerolehan pengalaman, banyak kegiatan yang telah dilakukan orang. Salah satu contoh kegiatan yang bersifat empiris ialah penelitian tentang kurikulum pendidikan.
Kurikulum sekolah pendidikan dasar dan menengah di Indonesia sejak tahun 1968 sampai dengan tahun 1996/1997 telah mengalami tiga kali perubahan.
Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 1968 sering disebut Kurikulum 1986 diubah menjadi Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 1975 (sering disebut kurikulum 1975). Selama lebih kurang delapan tahun pemberlakuan Kurikulum 1986, pada tahun 1975 diubah dan disempurnakan menjadi Kurikulum 1975.
Kurikulum 1975 mulai berorientasi kepada tujuan yang ingin dicapai warga belajar. Kurikulum ini berlaku lebih kurang sembilan tahun, karena diubah menjadi Kurikulum Penddikan dasar dan Pendidikan menengah 1984 (sering disebut Kurikulum 1984).
Kurikulum 1994 adalah penyempurnaan Kurikulum 1984. Dalam kurikulum ini komponen tujuan yang ingin dicapai siswa tetap ada, namun namanya yang pada Kurikulum 1984 disebut tujuan kurikuler, tujuan instruksional, pada Kurikulum 1994 istilahnya tujuan pembelajaran umum (TPU), tujuan pembelajaran khusus (TPK). Sistem unit pun dilebur menjadi sistem tema/anak tema. Bahan pelajaran diganti istilahnya menjadi konsep pembelajaran. Pada pembelajaran harus terdapat empat keter
ampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis).

2. Prinsip yang Telah Teruji
Prinsip yang telah teruji senantiasa melalui langkah prosedur yang sistematis, pengamatan yang tepat, dan percobaan terkontrol.
Prosedur yang Sistematis
Prosedur yang dimaksud adalah suatu tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Aktivitas ini dilaksanakan langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. Sistematis berarti satu langkah dengan langkah lainnya berhubungan saling berpengaruh, saling mendukung yang memungkinkan aktivitas itu berjalan lancar.
Tujuan Pembelajaran
Langkah pertama proses belajar mengajar ialah penentu tujuan. Tujuan pembelajaran adalah sesuatu yang ingin dicapai siswa setelah menyelesaikan suatu konsep pembelajaran. Perumusan tujuan pembelajaran umum telah ditulis dalam Garis-Baris Besar Program Pengajaran (GBPP). Komponen tujuan pembelajaran adalah suatu tahap kegiatan belajar mengajar yang turut memecahkan problem pengajaran.
Murid
Murid adalah orang yang melaksanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Murid dalam suatu kelompok harus memiliki karakteristik yang relatif sama. Untuk penentuan karakteristik lazim digunakan empat teknik penentukan karakteristik siswa, mengkaji dokumen, tes, wawancara, dan observasi.
Guru
Guru adalah orang yang menggerakkan suatu proses belajar. Tanpa profesionalisme suatu proses belajar mengajar tidak mungkin mencapai hasil yang baik. Keberadaan guru yang profesional mutlak menjadi dasar pengembangan sistem pembelajaran.
Konsep Pembelajaran
Konsep pembelajaran mengandung berbagai materi pembelajaran yang harus dikaji warga belajar. Dengan menguasai sejumlah konsep pembelajaran berarti siswa memiliki modal untuk mencapai rumusan tujuan pembelajaran. Konsep pembelajaran harus dikembangkan jadi bahan pembelajaran yang memungkinkan warga belajar memperoleh macam-macam materi pembelajaran yakni fakta, konsep, prosedur, dan prinsip. Dengan adanya pengembangan bahan pembelajaran yang teruji memungkinkan proses belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan baik.
Pendekatan/Metode/Teknik
Pendekatan berupa suatu pendapat tentang pengajaran bahasa yang didasari falsafah tentang bahasa dan pengajaran bahasa, seperti pendekatan komunikatif dan pendekatan alamiah. Teknik pembelajaran digunakan untuk mengurutkan setiap langkah kegiatan. Teknik yang dapat digunakan seperti pemberian, penjelasan, diskusi. Pendekatan dan metode maupun teknik merupakan subsistem yang digunakan dalam pembelajaran.
Media/Alat peraga
Penyampaian materi pembelajaran memerlukan media suatu alat. Alat yang digunakan dalam pembelajaran disebut media belajar (alat peraga). Alat ini digunakan hanya untuk membantu memperjelas siswa kepada hal-hal yang memang belum jelas. Media membentuk warga belajar terhindar dari verbalisme, karena sesuatu yang dikatakan ditunjukan dengan bendanya atau tiruannya.
Evaluasi
Evaluasi digunakan untuk mengukur kemampuan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) warga belajar setelah mengkaji konsep pembelajaran. Evaluasi yang dilaksanakan dapat berupa evaluasi lisan, evaluasi tulisan, dan evaluasi perbuatan. Evaluasi dapat dilaksanakan dengan  pertanyaan tulisan yang di jawab dengan lisan, atau pertanyaan lisan dijawab dengan lisan. Evaluasi tulisan diharapkan warga belajar menjawab dengan tulisan. Evaluasi perbuatan menekankan warga belajar untuk melakukan suatu kegiatan berupa motorik (gerak), seperti mengekpresikan suatu adegan bagian drama, menunjukkan perilaku senang/susah/sedih, dan sebagainya.

Konsep Sistem  Pengembangan pembelajaran
Merujuk pada pengertian pengembangan pembelajaran, maka konsep  pengembangan pembelajaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu:
Pengembangan pembelajaran sebagai teknologi artinya suatu pembelajaran yang
lebih terdorong dengan menggunakan teknik-teknik, metode, dan pendekatan yang  dapat mengembangkan tingkah laku kongnitif dan teori-teori yang konstruktif  terhadap solusi dan problem pembelajaran
Pengembangan pembelajaran sebagai suatu system artinya sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosesdur-prosedur untuk mengerakkan pembelajaran.  Pengembangan system pengajaran melalui proses yang sistemik selanjutnya  diimplementasikan dengan mengacu pada system perencanaan pembelajaran
Pengembangan pembelajaran sebagai sebuah disiplin artinya cabang dari  pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori  tentang strategi pengajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut.
Pengembangan pembelajaran sebagai sains adalah mengkreasi secara detail  spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan akan  situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit-unit yang luas maupun yang  lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitasnya.
Pengembangan pembelajaran sebagai teknologi artinya suatu perencanaan yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkahlaku  kongnitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem  pengajaran.  Dengan mengacu kepada sudut pandang tersebut, maka pengembangan  pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pengajaran yang dianut  dalam kurikulum. Pengembangan pembelajaran sebagai sebuah proses, disiplin ilmu  pengetahuan, system dan teknologi pembelajaran bertujuan agar pengembangan  pengajaran berjalan dengan efektif dan efesien.
Pengembangan Program Pembelajaran.
Dalam pembelajaran perlu dikembangkan berbagai program, diantaranya yaitu:
1.      Program Tahunan
Program tahunan merupakan program umum untuk mata pelajaran yang berlaku untuk setiap kelas dan merupaka pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya yaitu program semester, program mingguan dan program harian.
Untuk menyusun program tahunan ini diperlukan bahan-bahan antara lain:
a.       Standar kompetensi
b.      Materi pembelajaran.
c.       Kalender akademik / pendidikan
2.      Program semesteran
Program semesteran merupakan program yang akan dilaksanakan dan dicapai dalam satu semester. Pada umunya program ini berisikan tentang bulan, pokok bahasan yang hendak diajarkan, waktu yang direncanakann, dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan.
3.      Program mingguan dan harian
Program mingguan dan harian adalah penjabaran dari program semesteran, program ini dicantum kompetensi-kompotensi yang akan dikuasai dan yang perlu diulang peserta didik, identifikasi kemajuan belajar setiap peserta didik, untuk mengetahui peserta didik yang mendapat kesulitan dalam belajar dan peserta didik yang memiliki kecepatan dalam belajar.

BAB III
 PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa ada banyak model perencanaan pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam memilih model perencanaan pembelajaran, guru tidak boleh memilih secara asal-asalan. Model yang digunakan haruslah model yang direncanakan berdasarkan pertimbangan perbedaan individu diantara siswa, yang dapat memberi umpan balik dan inisiatif murid untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Dapat dikatakan berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran, tergantung pada efektif tidaknya metode pembelajaran yang dipergunakan oleh guru dalam proses pembelajaran.
B. Saran
Saran dari kami kepada seluruh mahasiswa pembaca adalah lebih banyak menambah buku-buku atau pembelajaran tentang sistem pengembangan pembelajaran agar lebih mendalami tentang hal tersebut, karena hal tersebut akan membantu kita dalam mengatasi masalah-masalah pengajaran kelak.


DAFTAR PUSTAKA
Wiyani Novan Ardy. 2013. Desain Pembelajaran Pendidikan. Yogyakarta: AR-RUZZ  MEDIA.
https://www.bookletku.com/2016/01/konsep-dasar-pengembangan -sistem.html
http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/25/jtptiain-gdl-s1-2006-evirahmawa-1206-bab2_310-4.pdf



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

TEBAK KATA MATERI: Struktur Anekdot LANGKAH-LANGKAH Guru mempersiapkan media yang sudah lengkap dengan huruf-huruf. ...