Total Tayangan Halaman

Selasa, 06 Juni 2017

SINTAKSIS



KLAUSA

  1. PENGERTIAN KLAUSA
Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat prediktif. Artinya, di dalam satuan atau kontruksi itu terdapat sebuah predikat, bila di dalam satuan tidak terdapat predikat, maka satuan itu bukan sebuah klausa (Chaer, 2015: 150). Sedangkan menurut Khairah dan Ridwan (2015: 88) klausa adalah satuan sintaksis yang terdiri atas dua kata atau lebih yang mengandung unsure predikasi atau tersusun atas predicator dan argumen.

  1. JENIS KLAUSA BERDASARKAN POTENSI MENJADI KALIMAT
Chaer (2015: 235) dalam bukunya yang berjudul “Linguistik Umum” berpendapat bahwa jenis klausa berdasarkn potensi menjadi kalimat ada dua, yaitu klausa bebas dan klausa terikat.
1)      Klausa Bebas
Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap, sekurang-kurangnya mempunyai subjek dan predikat. Klausa ini kemungkinan mempunyai potensi menjadi kalimat mayor, hal ini disebabkan karena sebagai klausa bebas apabila diberi intonasi final akan menjadi sebuah kalimat yang dapat berdiri sendiri, dan tidak terikat pada kalimat lain.
            Contoh:
-          Saya akan datang
Klausa “saya akan datang” unsur fungsinya lengkap ada subjek dan predikatnya. Dan statusnya adalah klausa bebas.
2)      Klausa Terikat
Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur tidak lengkap, unsur yang ada dalam klausa ini mungkin hanya subjek saja, atau mungkin objeknya saja, dan mungkin hanya berupa keterangannya saja. Klausa ini kemungkinan tidak mempunyai potensi menjadi kalimat mayor, hal ini disebabkan karena sebagai klausa bebas apabila diberi intonasi final akan menjadi sebuah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri, dan terikat pada kalimat lain.
            Contoh:
            Ada dua klausa
-          Saya akan datang
-          Kalau diundang
Klausa “kalau diundang” tidak mempunyai unsur fungsi yang lengkap karena tidak memiliki fungsi subjek. Begitu juga, dengan statusnya adalah klausa terikat, karena terikat dengan klausa yang lain yaitu “saya akan datang”.
  1. JENIS KLAUSA BERDASARKAN KATEGORI PREDIKATNYA
Menurut Khairah dan Ridwan (2015:  88) predikat merupakan unsur inti dalam klausa. Predikatlah yang menetukan hadirnya subjek, objek, pelengkap, atau keterangan dalam klausa. Predikat dalam bahasa indonesia tidak hanya berupa verba, tetapi juga bisa berupa nomina, adjektiva, pronomina, numeralia, dan frase preposisional. Akan tetapi, verba adalah katagori yang paling sering digunakan untuk mengisi predikat.
Selain pendapat dari Khairah dan Ridwan (2015:  88), ada pula pendapat yang dikemukakan oleh Chaer (2015: 151-160):

a.      KLAUSA VERBAL
a)      Klausa Verba Tindakan Bersasaran Tak Berpelengkap
Klausa verba tindakan bersasaran tak berpelengkap dapat disusun dari sebuah verba berkomponen makna (+tindakan) dan (+sasaran), sehingga klausanya memiliki fungsi sintaksis S,P, dan O. Dalam hal ini komponen makna V yang mengisi fungsi P harus sejalan dengan komponen makna yang dimiliki fungsi S dan fungsi O.
Contoh:
-          Petani mencangkul ladang
-          Mahasiswa sedang mengerjakan tugas

b)     Klausa Verbal Tindakan Bersasaran Berpelengkap
Klausa tindakan bersasaran berpelengkap dapat disusun dari sebuah verba berkomponen makna (+tindakan), (+sasaran), dan (+pelengkap); sehingga klausanya memiliki fungsi S,P,O dan pel, dalam hal ini tentu saja komponen makna yang memiliki P harus sejalan dengan komponen makna yang memilliki fungsi-fungsi lain.
Contoh:
-          Ibu membacakan adik cerita humor
-          Kakak membelikan ayah sebungkus rokok

c)      Klausa Verbal Tindakan Tak Bersasaran
Klausa verba tindakan tidak bersasaran dapat disusun dari sebuah verba yang memillki komponen makna (+tindakan) dan (-sasaran); sehingga klausanya hanya memiliki fungsi S dan fungsi P. Dalam hal ini tentu saja kompponen makna yang dimiliki P harus sejalan dengan komponen makna yang dimiliki P harus sejalan dengan komponen makna yang dimiliki S.
      Contoh:
-          Anak-anak itu menari
-          Anjing itu menggonggong
-          Mereka sedang berlibur di Bali

d)     Klausa verbal kejadian
Klausa verbal kejadian dapat disusun dari predikat verbal yang memiliki komponen makna (+kejadian). Dalam hal fungsi sintaksis yang wajib hadir adalah fungsi S dan fungsi P. Fungsi S berupa nomina yang mengalami kejadian seperti disebutkan oleh predikat.
Contoh:
-          Tanggul Sungai Bengawan Solo jebol
-          Gunung Merapi meletus bulan lalu

e)      Klausa Verbal Keadaan
Klausa verbal keadaan dapat disusun dari predikat verbal yang memiliki komponen makna (+keadaan). Dalam hal ini fungsi sintaksis yang muncul hanyalah fungsi S dan fungsi P. Fungsi S berupa nomina yang mengalami keadaan seperti yang disebutkan oleh predikat.
Contoh:
-          Sudah sebulan ini rumah itu osong
-          Pintu kamarnya terbuka

b.      KLAUSA NOMINAL
Klausa nominal hanya memiliki fungsi wajib S dan P. Klausa nominal ini dapat disusun  dari fungsi S yang berupa kata atau frase berkatagori nomina dan P yang berupa kata atau frase berkatagori nomina. Chaer (2015:158). Klausa nominal, antara lain, dapat disusun kalau:

1)  Nomina yang mengisi fungsi S merupakan jenis (spesifik) dari nomina pengisi fungsi P (generik).
     Contoh: 
     - Anjing itu binatang
     Catatan:
    a. Demonstratifa itu atau ini menjadi penanda sebuah subjek.  
    b. Batas antara s dan P hanya berupa kata atau frase singkat boleh diberi kopula adalah boleh juga tidak. Bila S atau P berupa frase yang cuup panjang perlu disisipi kopula adalah itu.

2)      Nomina yang mengisi fungsi S mempunyai nama pada nomina fungsi P. 
      Contoh:
      -  Petani itu Pak Ridwan.
Catatan:
a.   Disini fungsi S harus diisi oleh kategori N yang bersifat definit, misal, dengan dengan diberi demonstratifa ini atau itu.
b.    Batas antara S dan P boleh diberi Popula adalah boleh juga tidak jika berupa kata atau frase yang cukup singkat. Bila berupa frase yang cukup panjang sebaiknya diberi Kopula adalah itu.
3)   Nomina pengisi fungsi P adalah profesi (jabatan, pekerjaan) bagi nomina pengisi fungsi S. 
     Contoh:
     - Ibunya dokter gigi di Puskesmas itu.
Catatan:
Diantara S dan P dapat disisipkan kopula adalah atau jadi (menjadi) sebagai batas penjelas fungsi S dan P itu. Simak!
-          Ibunya {adalah} dokter gigi di puskesmas itu
-          {menjadi}
4)      Nomina pengisi fungsi P adalah relasi bagi nomina pengisi fungsi S. 
     Contoh:
     - Orang yang botak itu paman saya.
Catatan: Diantara fungsi S dan fungsi P dapat disisipkan kopula adalah untuk lebih jelas memberi batas S dan P tersebut.
5)   Nomina pengisi fungsi S mempunyai ciri atau sifat khas yang disebutkan oleh nomina pengisi fungsi S. 
       Contoh:
       - Ubur-ubur binatang air.
Catatan: Diantara fungsi S dan fungsi P dapat disisipkan kopula adalah  atau merupakan. Simak!
-          Ubur-ubur {adalah} binatang air
{merupakan}
Sebagian catatan keseluruhan klausa nominal, kata pemisah mana yang bisa digunakan adalah, menjadi(jadi), atau merupakan  dapat disimak pada contoh-contoh berikut:
-          Orang itu {adalah} paman saya
{*menjadi}
{*merupakan}



c.       KLAUSA AJEKTIVAL
Klausa ajektival memiliki fungsi S dan P. Klausa ajektival dapat disusun dari fungsi S yang berkatagori N dan fungsi P yang berkategori . klausa ajektival dapat disusun kalau:
1)      Fungsi P yang berkategori ajektifal memiliki komponen makna (+keadaan fisik). 
      Contoh:
      - Gadis itu tinggi sekali.
2)      Fungsi P yang berkategori ajektifal memiliki komponen makna (+sifat batin). 
      Contoh: 
      - Mereka itu tidak jujur.
3)      Fungsi P yang berkategori ajektifal memiliki komponen makna (+perasaan batin). 
      Contoh:
      - Dia cemburu pada saya.
d.      KLAUSA PREPOSISIONAL
Klausa propesional adalah klausa yang fungsi P nya diisi oleh frase preposional.
                   Contoh: Ibu dan ayah ke pasar
Klausa preposional ini lazim digunakan dalam bahasa ragam lisan dan ragam bahasa nonformal. Dalam ragam formal fungsi P akan diisi oleh sebuah verba dan frase preposisinya menjadi fungsi keterangan.Simak!
Ibu dan ayah pergi ke pasar
e.       KLAUSA NUMERAL
      Klausa numeral adalah klausa yang fungsi P nya diisi oleh frase Numeral. 
Contoh: Gajinya dua juta sebulan.
Sama dengan klausa preposional, klausa numeral juga kazim digunakan dalam bahasa ragam lisan dan bahasa ragam nonformal.dalam ragam formal fungsi P akan diisi oleh sebuah verba; dan frase numeral berubah fungsi menjadi  keterangan. Simak!
Gajinya ada dua juta sebulan. 

4. UNSUR LANGSUNG
Menurut La Ode (2013: 54-55) unsur langsung yang membangun klausa atau kalimat adalah unsur- unsur yang hadir dalam sebuah klausa atau kalimatyang memiliki hubungan yang ketat. Maksudnya hubungan unsur- unsur itu tidak dapat dipisahkan antara unsur satu dengan unsur lain. Jika terjadi pemusatan, makna kalimat bisa menjadi lain, bahkan bisa kacau.
SUBJEK
(unsur langsung)
PREDIKAT
(unsur langsung)
OBJEK
(unsur langsung)
KETERANGAN
(unsur langsung)
Teman saya
Akan membeli
Mobil baru
Besok pagi

-          Teman saya akan membali mobil baru besok pagi” dalam kalimat ini memiliki unsur langsung sebagai berikut
Subyek: teman saya
Objek: akan membeli
Keterangan: besok pagi
Unsur langsung ini tidak dapat dipertukarkan atau dipindahkan tempatnya.
Apabila dilakukan pertukaran unsur, akan menjadi perubahan makna. Misalnya
·         Teman akan saya membeli mobil baru besok pagi
·         Teman akan membeli saya mobil baru besok pagi
Berdasarkan unsur langsungnya, sebuah kalimat dapat dibangun oleh unsur kata- kata, kata dan frase, atau dibangun oleh unsur frase dan frase, frase dan klausa, klausa dan klausa.

DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2015. Sintaksis Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2015. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Khairah, Miftahul & Sakura Ridwan. 2015. Sintaksis Memahami Satuan Kalimat Perspektif Fungsi. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sidu, La Ode. 2013. Sintaksis Bahasa Indonesia. Kendari: Unhalu Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

TEBAK KATA MATERI: Struktur Anekdot LANGKAH-LANGKAH Guru mempersiapkan media yang sudah lengkap dengan huruf-huruf. ...